Waspada Makanan Tinggi Karbohidrat dan Efeknya pada Tubuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita bingung pilih makanan. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita bingung pilih makanan. shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Setiap hari kita tak bisa lepas dari makanan yang mengandung karbohidrat. Terutama jika kamu doyan makan nasi atau menyantap makanan manis, sehingga karbohidrat sederhana atau gula sangat berkaitan erat dengan kondisi kesehatanmu.

    Dokter spesialis gizi dari Rumah Sakit Umum Bunda Jakarta, dr Marya Haryono, Mgizi, SpGk, mengatakan makanan padat kalori, tinggi lemak jenuh, lemak trans, juga karbohidrat sederhana atau gula, jika dikonsumsi terus-menerus, akan berdampak pada tubuh. "Bisa berisiko overkalori dan bila berlangsung selama beberapa hari, tentunya kalori tersebut akan tertimbun di dalam tubuh," ujarnya.

    Dampak yang kasat mata, menurut Marya, adalah berat badan bertambah. Meski demikian, efek yang paling penting bagi kesehatan adalah peningkatan kadar gula darah, khususnya pada mereka yang mengidap diabetes melitus, serta gangguan profil lipid darah, seperti kolesterol dan trigliserida atau jenis lemak yang ada dalam tubuh di samping kolesterol.

    Sumber karbohidrat berlebihan adalah nasi, lontong, ketupat, kentang, pasta, kue bolu, kue kering, minuman manis seperti sirop dan soda, atau olahan lain yang menggunakan gula. Selain menjadi sumber karbohidrat, makanan tersebut merupakan sumber lemak trans serta lemak jenuh. 

    ADVERTISEMENT

    Marya mengatakan kunci dari gaya hidup sehat adalah tahu kapan saatnya mengerem nafsu makan serta mengenali gejala gangguan kesehatan yang mengintai. Marya menjelaskan, beberapa penyakit memiliki gejala khas sehingga mudah dikenali. Kencing manis, misalnya, memiliki gejala sering lapar, sering buang air kecil, dan sering merasa haus. 

    “Gejala tambahan lain adalah luka yang susah sembuh, keputihan, gangguan penglihatan, serta perubahan berat badan secara drastis," katanya. Namun, untuk mengetahui secara pasti apakah gula darah tinggi atau profil lipid tinggi, harus diperiksa di laboratorium. "Syaratnya, Anda puasa beberapa jam sebelum pemeriksaan,” Marya menjelaskan. Ia menambahkan, mengukur berat badan juga penting untuk mengetahui apakah tubuh Anda tergolong berisiko terkena penyakit. 

    TABLOID BINTANG

    Berita lainnya:
    Ayo, Bakar Lemak dan Kalori di Tangga
    Setelah Berlibur Malah Stres, Apa yang Salah?
    Sering Sesak Napas? Mungkin Seprai Ranjang Harus Diganti


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...