Susu Unta, Khasiatnya untuk Diabetes dan Kanker?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta -Tak seperti susu sapi atau susu kambing, susu unta memang tak mudah didapat. Namun susu unta kini semakin dicari orang karena dipercaya memiliki banyak khasiat kesehatan. Menurut para pakar, susu hewan berpunuk ini memiliki zat-zat yang baik buat penderita autisme, kanker, dan diabetes.

    Susu unta juga lebih mudah dicerna dibanding susu sapi sehingga baik buat penderita intoleransi laktosa. Masalahnya, susu ini harus diimpor dari negara-negara yang memiliki banyak unta atau peternakan unta sehingga dipastikan harganya sangat mahal.(baca : Atasi Jetlag dengan Mengatur Metabolisme Gula)

    "Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi susu unta bisa meningkatkan produksi enzim-enzim antioksidan di tubuh sehingga mengurangi tekanan oksidatif dalam tubuh," kata Lori Chong, pakar diet di Pusat Medis Universitas Negeri Ohio Werner di Amerika Serikat, kepada Live Science.

    Penelitian yang dimuat di Diabetes Research and Clinical Practice menyebutkan bahwa susu unta baik untuk penderita diabetes tipe 1. Seperti juga susu kambing, susu unta mengandung A2 beta kasein serta lebih rendah lemak total dan lemak jenuh dibanding susu sapi, namun kedua jenis susu ini memiliki kandungan protein dan kalori total yang sama banyak. Susu unta juga rendah kolesterol dan karbohidrat.

    ADVERTISEMENT

    "Susu unta juga mengandung zat besi dan vitamin C yang lebih tinggi dari susu sapi," jelas Keith-Thomas Ayoob, pengajar di Albert Einstein College of Medicine di Amerika Serikat.

    Seperti juga susu lainnya, susu unta harus dipasteurisasi terlebih dulu sebelum diminum agar terhindar dari bakteri dan kuman berbahaya. 

    "Saya tidak menganjurkan konsumsi susu mentah, baik sapi, kambing, unta, atau hewan lainnya. Itulah alasan adanya pasteurisasi," tutur Ayoob.(baca : Ajak Anak Anda Berlibur ke Negara yang Ramah Bocah Ini)

    PIPIT


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.