Mau Rujuk? Timbang-timbang Dulu 5 Hal Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan putus/berpisah. Shutterstock

    Ilustrasi pasangan putus/berpisah. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta -Apakah Anda merasa jatuh cinta lagi pada mantan suami? Bisa dimengerti, sih, karena Anda pernah jatuh cinta kepadanya. Anda juga memiliki sejarah hidup bersamanya dan bahkan mungkin berbagi anak-anak. Semua itu menciptakan ikatan yang tidak mudah dihapus meski Anda dan dia sudah bercerai secara hukum. Semua hal yang pernah membuat jatuh cinta kepadanya kembali muncul dalam ingatan, dan Anda pun mulai jatuh cinta lagi kepadanya.

    Tapi, apakah itu hal yang benar untuk Anda lakukan? Pasti ada alasan mengapa dulu Anda berdua memutuskan untuk berpisah. Apakah daya tarik yang Anda rasakan sekarang cukup untuk memaafkan dan melupakan alasan Anda memilih perpisahan? Jika Anda memilih untuk berkencan lagi, itu akan berdampak besar pada kehidupan Anda berdua. Ini juga akan menciptakan komplikasi baru dalam kehidupan anak-anak, jika Anda memilikinya.(baca : Ajak Anak Anda Berlibur ke Negara yang Ramah Bocah Ini)

    Berikut adalah serangkaian pertanyaan yang dikutip dari BOLDSKY, yang perlu Anda renungkan sebelum memilih untuk berkencan lagi dengan mantan suami. Jawaban yang Anda terima akan memberi tahu Anda, apakah kembali rujuk dengan mantan suami merupakan hal terbaik yang harus Anda lakukan pada saat ini atau bukan.

    1. Berapa lama Anda telah berpisah?
    Jika belum terlalu lama, perasaan yang Anda miliki sekarang mungkin hanya perasaan sisa. Setelah berpisah, Anda mungkin kesepian dan merindukan saat-saat indah yang pernah Anda alami bersamanya. Jika perpisahan itu sudah lama dan Anda berdua memiliki hubungan lain setelah berpisah, maka keadaan akan berbeda. Ada kemungkinan bahwa waktu telah mengubah Anda berdua menjadi lebih baik. Dalam kasus ini, mungkin layak untuk memberi kesempatan kepada mantan suami untuk kedua kalinya.

    2. Mengapa Anda memutuskan berpisah darinya?
    Pikirkan kembali alasan yang menyebabkan perpisahan. Cobalah mengingat bagaimana perasaan Anda tentang hal itu dan siapa yang harus disalahkan. Jika Anda menemukan bahwa kesalahan itu terletak pada mantan suami, mungkin bukan ide bagus untuk kembali bersamanya sekarang. Jika Anda atau perilaku Anda adalah alasannya, kecuali jika Anda siap untuk mengakui kesalahan dan perubahan Anda, mungkin tidak bijaksana untuk berkencan lagi dengan mantan suami. (baca : Mencari Pengasuh Anak? Ini Daftar Pertanyaan yang Mesti Diajukan)

    3. Apa yang telah berubah sekarang?
    Apakah Anda berdua matang seiring dengan waktu? Apakah Anda siap untuk bertanggung jawab atas kesalahan Anda dari masa lalu? Jika Anda berdua telah berubah dan telah mendapatkan wawasan yang lebih baik tentang kehidupan dan kesalahan masa lalu, mungkin baik memberi kesempatan pada hubungan Anda untuk kedua kalinya.

    4. Apakah alasan perpisahan waktu itu adalah soal kecurangan terkait salah satu dari Anda berdua?
    Jika salah satu dari Anda berselingkuh, itu adalah pelanggaran kepercayaan yang serius. Tidak peduli berapa lama waktu yang sudah berlalu, apakah Anda bisa mempercayai kembali mantan suami? Jika Anda adalah pihak yang berbuat curang, apakah Anda pikir bisa membangun kepercayaan pada mantan suami? Jika jawaban Anda adalah 'tidak', maka kembali bersama mantan suami mungkin bukan hal terbaik yang harus dilakukan.

    5. Apakah ketertarikan seksual alasan dibalik perasaan yang Anda rasakan?
    Jika seks ada dalam pikiran Anda saat memikirkan mantan suami, maka Anda seharusnya tidak kembali bersama. Daya tarik seksual akan segera pudar dan semua masalah lama akan muncul kembali. (baca : Selalu Malas Kerja? Jangan Harap Proyek Menghampiri)

    LUCIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.