Manis Gurih Xoi, Ketan Susu Khas Vietnam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Xoi, ketan susu dari Vietnam. antaranews.com

    Xoi, ketan susu dari Vietnam. antaranews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda penggemar makanan ketan susu? Nah, saat bepergian ke Vietnam, terutama Ho Chi Minh City, Anda wajib mencicipi Xoi.

    Xoi atau dibaca soy terbuat dari nasi ketan yang dimasak kemudian ditaburi kelapa parut dan santan kental nan manis. Bedanya dengan ketan susu di Indonesia, Xoi tak hanya berwarna putih polos, melainkan beraneka warna, ada hijau, kuning, oranye bahkan ungu.

    Selain itu, Xoi tidak menggunakan susu kental manis, hanya santan kental yang sudah dimasak dengan gula, seolah terlihat seperti susu kental manis.

    "Rasanya manis, saya suka dan ini aman untuk wisatawan muslim karena halal," ujar Nancy yang merupakan warga negara Vietnam, tepatnya berasal dari wilayah Tengah Vietnam, Da Nang, saat membeli Xoi di Pasar Ben Thanh saat kunjungannya ke Ho Chi Minh.

    ADVERTISEMENT

    Xoi banyak ditemui di pusat keramaian kota Ho Chi Minh, salah satunya pusat perbelanjaan oleh-oleh khas Vietnam, Ben Thanh Market atau Pasar Ben Thanh. Satu porsi Xoi dihargai 20 ribu Dong Vietnam atau sekitar Rp12 ribu.

    Namun, saat berbelanja ada yang harus Anda perhatikan. Pengunjung harus pintar menawar karena penjual memasang harga yang sangat tinggi pada awalnya.

    Selain itu, hati-hati dalam membawa barang berharga, jangan terlalu sering menunjukkan di depan umum karena sangat mencolok dan mengundang perhatian.

    Apabila ingin berfoto atau merekam, seperlunya saja, kemudian masukan kamera atau ponsel kembali ke dalam tas yang diposisikan di depan, bukan di belakang demi keamanan.

    ANTARA

    Berita lainnya:
    7 Fakta Unik tentang Keseimbangan


    Pembuat Game Online Honour of Kings Batasi Waktu Main untuk Anak
    Istri Pejabat Tampar Petugas, Tips Agar Jam Aman dari Metal Detektor


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...