Istri Pejabat Tampar Petugas, Tips agar Jam Aman dari Metal Detektor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah turis mengambil barang-barangnya setelah dilakukan pemindaian saat akan melakukan penerbangan di bandara Nfidha setelah terjadinya serangan di kawasan resor pantai Port el Kantaoui, Tunisia, 27 Juni 2015. Sedikitnya 38 orang terbunuh saat seorang mahasiswa Tunisia yang menyamar sebagai wisatawan menembaki para turis.REUTERS/Zohra Bensemra

    Sejumlah turis mengambil barang-barangnya setelah dilakukan pemindaian saat akan melakukan penerbangan di bandara Nfidha setelah terjadinya serangan di kawasan resor pantai Port el Kantaoui, Tunisia, 27 Juni 2015. Sedikitnya 38 orang terbunuh saat seorang mahasiswa Tunisia yang menyamar sebagai wisatawan menembaki para turis.REUTERS/Zohra Bensemra

    TEMPO.CO, Jakarta - Peristiwa pemukulan dan penamparan oleh penumpang Batik Air, Joice Warouw kepada petugas di Bandara Sam Ratulangi, Manado, bermula karena perempuan itu menolak melepaskan jam tangannya saat melewati pemeriksaan keamanan. Joice yang mengaku istri jenderal polisi itu marah-marah dan kasus ini berakhir dengan saling melapor ke polisi. Baca: Istri Pejabat Tampar Petugas, Apa Efek Metal Detektor di Jam Tangan

    Tak jelas apa yang membuat Joice menolak melepaskan jam tangannya seperti yang diminta petugas. Mengutip Pasal 23 Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/2765/XII/2010 tentang Tata Cara Pemeriksaan Keamanan Penumpang, Personel Pesawat Udara, dan Barang Bawaan yang Diangkut dengan Pesawat Udara dan Orang Perseorangan, menunjukkan jam tangan, kunci, mantel, jaket, topi, ikat pinggang, ponsel, kunci, dan barang-barang yang mengandung unsur logam memang wajib dilepas saat pemeriksaan keamanan dan dicek melalui mesin x-ray. Laptop, ponsel, dan perangkat elektronik lainnya, serta segala bentuk cairan dan gel juga dipindai dengan mesin x-ray.

    Menurut pemerhati jam tangan Stephen Foskett, pengguna jam tangan tak perlu khawatir dengan pemeriksaan tersebut. Meski begitu, pengguna jam tangan mekanis sebaiknya mengecek lagi ketepatan waktu dari jam mereka setelah melewati alat pemindai logam. Baca: Istri Pejabat Penampar Petugas Bandara Laporkan Korban ke Polisi

    Musababnya, menuru Stephen Foskett, tangan mekanis rentan terpengaruh oleh medan magnet dari alat pemindai. Gigi roda dan sistem di dalam jam tangan mekanis bisa beradu dengan medan magnet dari alat pendeteksi logam, dan ini dapat mempengaruhi ketepatan waktu.

    ADVERTISEMENT

    Stephen Foskett menjelaskan pengaruh beberapa metode keamanan di bandara terhadap jam tangan mekanis. Pertama adalah mesin sinar-x backscatter yang berwujud bilik besar di mana Anda harus berdiri di dalamnya. “Bilik ini tidak menghasilkan banyak medan magnet," ujarnya. Artikel terkait: Si Penganiaya Petugas Bandara Manado Istri Jenderal Polisi

    Kedua, mesin x-ray bagasi juga tidak menghasilkan banyak medan magnet. Ketiga, Walk Through Metal Detector atau WTMD yang berwujud gardu pemindai logam, yang juga menghasilkan medan magnet. Bagian tengah gardu pendeteksi logam ini menghasilkan medan magnet yang paling kuat. Dan di situlah jam tangan Anda berada, jika posisi tangan rapat di samping tubuh.

    “Untuk mengantisipasi medan magnet yang mempengaruhi jam mekanis, angkat tangan ketika melewati gardu pemindai logam ini," ujar Stephen Foskett. Selain itu, dia mengingatkan agar menjauhkan jam tangan dari speaker, telepon selular, dan komputer tablet. Baca juga: Istri Pejabat Penampar Petugas Bandara Dilaporkan ke Polsek dan Kronologi Penamparan Petugas Bandara Manado Oleh 'Istri Jenderal'


    NIA PRATIWI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.