Tips Nita Tanzil Travelling Bersama Anak: Cukup 1 Koper

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nila Tanzil travelling bersama putrinya. Instagram

    Nila Tanzil travelling bersama putrinya. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibu yang mempunyai anak batita kerap mengurungkan niat berlibur dengan alasan takut repot. Padahal menurut solo traveller Nila Tanzil, berlibur bersama anak itu mudah, kok. Salah satu rahasianya, batasi barang bawaan.

    Intinya menurut Nila, jangan sampai kerepotan membawa koper. Tidak perlu membawa barang yang bisa dibeli di tempat tujuan, seperti popok atau makanan bayi. Berkaca dari pengalaman Nila yang kala itu membawa putrinya yang baru 7 bulan ke Eropa, Nila tidak membawa makanan bayi sama sekali.

    "Tinggal beli saja di sana, justru malah banyak pilihan," tuturnya.  Untuk popok, Nila biasanya hanya bawa sekitar 8 buah untuk digunakan ketika menempuh perjalanan udara.


    Nila Tanzil travelling bersama putrinya. Instagram

    ADVERTISEMENT

    "Karena di Eropa kan tidak ada porter (kurir angkat), jadi harus angkat koper sendiri. Kalau bawaannya banyak gimana?" ucap Nila. Maka tak heran, wanita yang telah mengelilingi 34 negara ini hanya membawa satu koper meski berlibur membawa buah hatinya.

    Lantas, apa saja yang dibawa Nila dalam kopernya? Ketika putrinya masih bayi, Nila selalu membawa 2 jenis gendongan, gendongan sling dan kangguru. Stroller juga tidak absen dibawanya. Yang tidak kalah penting adalah minyak kayu putih untuk menghangatkan kaki anak, jaket, dan selimut. Jika akan bermain di pantai, jangan lupa tabir surya.

    Untuk pakaian, hanya membawa 3 pasang baju tidur dan tiga pasang baju main untuk si kecil. "Baju tidak usah bawa terlalu banyak, nanti bisa dicuci dan dipakai lagi," sarannya. Hal ini cukup masuk akal, mengingat Nila yang biasa travelling dalam hitungan minggu dan bulanan.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:

    Bila Diasah, Potensi Anak Autistik Juga Bisa Luar Biasa
    Menara Eiffel Jadi Inspirasi Koleksi Couture Chanel 2017


    Benarkah Memandang Gerhana Matahari Bisa Bikin Buta?


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.