7 Cara Menjadi Mitra Kerja yang Disukai Rekan-rekan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rapat karyawan. shutterstock.com

    Ilustrasi rapat karyawan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Rekan kerja yang baik akan mengalirkan kesenangan dan energi positif. Mereka bekerja dengan kita untuk mencapai tujuan umum dan merupakan bagian besar dari alasan mengapa kita berharap untuk menonjol dalam pekerjaan.

    Menstimulasi rekan kerja membuat tim dan perusahaan menjari lebih kuat sebab kebahagiaan seseorang dalam pekerjaaan akan menciptakan korelasi langsung dengan kinerja pegawai.

    “Lingkungan kerja yang dinamis menghasilkan ide-ide segar dan sudut pandang untuk terobosan kreatif. Akan tetapi, orang-orangnya—bukan ruangnya—yang menentukan. Setiap orang memiliki bagian untuk berperan dalam mendefinisikan budaya dan lingkungan kerja perusahaan,” kata Satya Sultanudin dari Campus and Institutional Event Executive JobStreet Indonesia.

    Lantas, apa saja yang membuat seseorang menjadi rekan kerja favorit? Berikut adalah tujuh kualitas rekan kerja favorit semua orang berdasarkan rekomendasi dari JobStreet Indonesia.

    ADVERTISEMENT

    1. Terbuka
    Bersikap menerima sudut pandang yang berbeda dan kritik membangun merupakan sebuah kualitas penting yang meningkatkan kerja tim dan produktivitas. Hal ini tidak berarti bahwa kita harus setuju akan segala hal dan menjadi orang yang gampangan.

    “Namun bersikap terbuka berarti menghormati opini yang berbeda dan memiliki kerendahan hati untuk menerima kritik membangun untuk kinerja. Anda tidak harus setuju dengan hal tersebut, tetapi masukan dari rekan dapat menjadi suatu cara yang hebat untuk berkembang dan tumbuh,” kata Satya.

    2. Fleksibel
    Kemampuan beradaptasi akan perubahan adalah kunci untuk pertumbuhan yang berkelanjutan, khususnya bagi lingkungan kerja kreatif dan industri kompetitif. Lebih dari sebelumnya, sekarang ni menyesuaikan diri dengan laju perkembangan teknologi yang cepat, cara hidup, bekerja, dan bermain telah sepenuhnya bertransformasi dan berlanjut untuk berevolusi dalam kehidupan sehari-hari.

    “Dalam beberapa tahun ke depan, mobil-mobil tanpa pengemudi dan drone delivery akan menjadi penampakan sehari-hari, dan siapa tahu ada yang lainnya lagi,” tutur Satya.

    3. Akuntabilitas
    Akuntabilitas — pengakuan akan kinerja dan tanggung jawab  – mengatakan pada anggota tim bahwa mereka bisa mengandalkan kita untuk menyelesaikan pekerjaan ketika kita menyanggupi untuk menyelesaikannya. Hal ini menunjukkan integritas dan kepercayaan ketika kita membuat diri sendiri dapat diandalkan untuk memenuhi batas akhir dan standar penyampaian, khususnya ketika melakukan kesalahan dan fokus kepada gambaran besarnya daripada membuat alasan untuk menutupi kesalahan.

    4. Inisiatif
    Inisiatif mengatakan banyak hal tentang karakter seseorang. Cepat bertindak saat melihat anggota tim berjuang dengan suatu tugas atau hanya sekedar memberi ide segar dan masukan yang membangun tanpa diminta akan memberikan nilai tambah di depan tim. Setiap orang menghargai seorang anggota tim yang selalu menolong.

    5. Pemain tim
    Tunjukkan kalau kita adalah seorang bintang pemain tim dengan tetap fokus pada pekerjaan dan memprioritaskan tujuan perusahaan. Jangan teralihkan oleh politik kantor dan berpihak pada satu sisi. Hal ini bukanlah tujuan kita digaji. Teman tim akan lebih menghormati karena hal ini dan mengapresiasi profesionalisme kita.

    6. Empati
    Tunjukkan empati untuk rekan kerja saat mereka menghadapi masalah pribadi maupun pekerjaan karena membuat perbedaan besar yang mungkin tidak kita sadari. Hanya fakta sederhana bahwa seseorang peduli terhadap apa yang sedang dialami membuat kita merasa dihargai dan entah bagaimana hal ini dapat mengurangi stres. Empati juga membantu membentuk ikatan antara dua pihak, memupuk kepercayaan yang lebih besar dan rasa saling hormat.

    7. Pemecah masalah
    Pernahkah kita memperhatikan bagaimana cara orang-orang dengan sendirinya mulai angkat tangan ketika ada masalah? Reaksi defensif ini benar-benar tidak berguna dalam memecahkan masalah dan tidak produktif dalam berbagai cara. Penting untuk mengidentifikasi penyebab masalah dan mencegahnya kambuh. Tetapi prioritas sebaiknya ada pada memecahkan masalah dan mengendalikan kerugian daripada menyalahkan dan mempermalukan seseorang.

    "Dengan adanya anggota tim ditambah dengan kemampuan Anda dalam memecahkan masalah dan Anda akan dengan instan menjadi orang favorit yang akan selalu didatangi,” tegas Satya.

    BISNIS

    Artikel lain:
    Manfaat Jintan buat Kesehatan
    Vitamin D Bukan Cuma buat Tulang, Simak Manfaat Lainnya
    Mengantuk Setelah Makan Siang, Atasi dengan 7 Trik Sederhana


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.