Kanker dan Memahami Istilah Survival Rate Penderitanya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penyintas Kanker. Shutterstock

    Ilustrasi penyintas Kanker. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Tingkat kelangsungan hidup atau survival rate penderita kanker tidak dapat menentukan berapa lama seorang pengidap kanker akan hidup. Namun, survival rate dapat memberi pemahaman yang lebih baik tentang seberapa besar kemungkinan pengobatan akan berhasil.

    Beberapa orang pasti ingin mengetahui tingkat kelangsungan hidup kanker mereka. Apa yang dimaksud dengan survival rate selama 5 tahun?

    Menurut laman American Cancer Society, tingkat kelangsungan hidup pengidap kanker menunjukkan persentase orang dengan jenis dan stadium kanker yang sama masih hidup dalam waktu tertentu (biasanya 5 tahun) setelah mereka didiagnosis.

    Dilansir Cancer.org, statistik tentang prospek jenis kanker tertentu sering dihubungkan dengan 5 tahun survival rate. Tingkat kelangsungan hidup/survival rate 5 tahun ini adalah persentase orang yang hidup minimal 5 tahun setelah didiagnosis menderita kanker.

    ADVERTISEMENT

    Misalnya, tingkat kelangsungan hidup 5 tahun sebesar 70 persen berarti bahwa sekitar 70 dari 100 orang yang memiliki kanker tersebut masih hidup 5 tahun setelah didiagnosis. Namun, perlu diingat, biar bagaimanapun banyak dari pengidap kanker ini hidup lebih lama dari 5 tahun setelah diagnosis. Bahkan, ada juga yang bisa sembuh.

    Survival rate kanker tidak menentukan akhir cerita dan perjuangan Anda. Survival rate tidak dapat memprediksi apa yang akan terjadi pada kasus orang tertentu. Ada beberapa keterbatasan yang perlu diingat:

    1. Untuk mendapatkan survival rate 5 tahun, dokter harus melihat orang-orang yang dirawat setidaknya 5 tahun yang lalu. Seiring dengan berjalannya waktu dan membaiknya perawatan, wanita yang sekarang didiagnosis menderita kanker serviks mungkin memiliki kemungkinan yang lebih baik daripada yang ditunjukkan dalam statistik tertentu.

    2. Statistik tertentu tersebut didasarkan pada saat kanker pertama kali terdiagnosis. Statistik itu tidak berlaku untuk kanker yang kemudian kembali lagi atau menyebar.

    3. Prospek untuk (misalnya) wanita dengan kanker serviks bervariasi menurut stadium kanker. Secara umum, tingkat kelangsungan hidup akan lebih tinggi untuk wanita dengan kanker stadium awal. Tapi faktor lain seperti usia, kesehatan secara keseluruhan, dan seberapa baik kanker tersebut merespons pengobatan juga bisa memengaruhi survival rate seseorang. Artinya, prospek untuk setiap orang sangat khas dan bergantung keadaannya.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel terkait kanker:

    Plus-Minus Pengobatan Kanker dengan Imunoterapi

    Dokter Spesialis Kanker di Singapura Dihukum karena PHP

    Putri Indonesia Elvira Punya Cerita Trauma Kanker Ovarium


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?