Yuk, Mulai Gaya Hidup Sehat dari Makanan

Reporter

Ilustrasi makanan diet. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Hidup sehat bukan berarti harus selalu makan sayuran dan buah-buahan setiap saat, atau kemana-mana harus berjalan kaki setiap hari.

Agar hidup sehat, Anda harus konsisten memilih makanan sehat, lebih sering berolahraga, dan melakukan aktivitas fisik dalam rutinitas sehari-hari, serta menjaga kebersihan tubuh. Anda juga harus menghindari kebiasaan yang tidak sehat, seperti diet trendi dan kurang tidur.

Mungkin dibutuhkan penyesuaian bertahap untuk memperbaiki gaya hidup, tetapi akan bisa dicapai jika Anda teguh pada komitmen. Berikut beberapa jenis makanan yang baik Anda konsumsi untuk memulai gaya hidup sehat:

1. Memilih makanan sehat
Pilihlah makanan dengan kandungan lemak tidak sehat minimal. Lemak tidak sehat meliputi lemak trans dan lemak jenuh. Lemak jenis ini akan meningkatkan kolesterol LDL, dan kenaikan kolesterol LDL biasanya berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Makanan yang tinggi lemak trans antara lain adalah makanan yang diolah dengan "minyak terhidrogenasi parsial", seperti mentega atau margarin. Kue, makanan yang digoreng, pizza beku, dan makanan olahan lainnya biasanya mengandung lemak trans.

Makanan yang tinggi lemak jenuh adalah pizza, keju, daging merah dan produk olahan susu berlemak penuh. Minyak kelapa juga tinggi lemak jenuh, tetapi dapat meningkatkan kolesterol baik sehingga boleh digunakan dalam jumlah sedang.

2. Konsumsi lemak sehat dalam jumlah sedang
Lemak tak jenuh ganda, lemak tak jenuh tunggal, dan lemak omega-3 adalah pilihan yang bagus. Lemak baik ini menurunkan kolesterol LDL dan meningkatkan kolesterol HDL, yang berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung.

Pilihlah minyak seperti minyak zaitun, minyak canola, minyak kedelai, minyak kacang, minyak bunga matahari dan minyak jagung. Ikan mengandung asam lemak omega-3 yang tinggi. Pilihlah ikan seperti salmon, tuna, trout, makerel, sarden dan haring. Anda juga bisa mendapatkan omega-3 dari sumber nabati, seperti flaxseed, minyak sayur, dan kacang-kacangan, serta biji-bijian.

3. Pilih makanan rendah gula dan karbohidrat olahan
Minimalkan konsumsi kue-kue manis, minuman ringan, jus buah manis dan roti putih. Pilihlah buah utuh, jus buatan sendiri, dan roti gandum.

4. Pilih makanan segar
Makanan segar menyediakan keseimbangan antara karbohidrat sehat, protein, lemak dan nutrisi lain. Makanlah buah dan sayur untuk mendapat vitamin dan mineral tinggi. Usahakan makan banyak buah dan sayur segar, bukan dalam kemasan kalengan yang biasanya mengandung gula atau garam tambahan.

5. Pilih daging tanpa lemak, kacang, dan tahu
Pilih serealia utuh seperti roti gandum, pasta gandum, nasi cokelat dan quinoa. Makanlah produk olahan susu rendah lemak. Susu skim dan keju dengan lemak tereduksi akan mengurangi asupan lemak dan memastikan Anda menerima cukup kalsium.

6. Tambahkan makanan organik
Belanjalah di toko makanan segar. Makanan organik memang tidak lebih bergizi, tetapi tidak mengandung banyak residu pestisida atau zat aditif. Makanan organik juga lebih ramah lingkungan. Harga makanan organik umumnya lebih mahal. Sebaiknya, pertimbangkan untuk membeli bahan makanan organik tertentu saja, seperti apel, berry, persik, mangga, anggur, seledri, paprika, sayur hijau, kentang dan selada.

BISNIS

Berita lainnya:
Alasan Pria Berlari Lebih Cepat dari Wanita


Via Vallen Mau ke Salon, Ada Saja Halangannya

5 Kegiatan yang Bikin Semangat Kerja Setelah Libur Lebaran 






Kemnaker Gelar Workshop Atasi Tantangan Kesehatan Kerja

18 Mei 2022

Kemnaker Gelar Workshop Atasi Tantangan Kesehatan Kerja

Banyak perubahan terjadi pada ketenagakerjaan. Perlu penyiapan untuk perlindungan tenaga kerja.


Tips Mencegah Iritasi Kulit di Belakang Telinga karena Pakai Masker

8 Maret 2022

Tips Mencegah Iritasi Kulit di Belakang Telinga karena Pakai Masker

Potensi peradangan semakin besar apabila seseorang memiliki kulit sensitif dan menggunakan masker dalam waktu yang lama.


Kenali 6 Penyakit Pembuluh Darah yang Paling Umum Terjadi

30 Desember 2021

Kenali 6 Penyakit Pembuluh Darah yang Paling Umum Terjadi

Penyakit pembuluh darah adalah gangguan yang mempengaruhi sistem peredaran darah dari dan ke organ tubuh.


Sikap Skeptis Tinggi, Daewoong Gaet 15 Anak Muda Kreatif Galakkan Info Kesehatan

20 Desember 2021

Sikap Skeptis Tinggi, Daewoong Gaet 15 Anak Muda Kreatif Galakkan Info Kesehatan

Banyak masyarakat bersikap skeptis terkait bahaya pandemi Covid-19. Untuk tangani hal itu, Daewoong ajak anak muda galakkan info kesehatan


Asam Lambung Naik, Ketahui Posisi Tidur yang Tepat dan Lakukan Diet Asam Lambung

18 November 2021

Asam Lambung Naik, Ketahui Posisi Tidur yang Tepat dan Lakukan Diet Asam Lambung

Beberapa hal yang yang harus diperhatikan penderita gangguan asam lambung adalah posisi tidur dan diet.


Mengenal Demam Tifoid, Cegah dengan Vaksinasi 3 Tahun Sekali

13 November 2021

Mengenal Demam Tifoid, Cegah dengan Vaksinasi 3 Tahun Sekali

Indonesia masih endemi demam tifoid atau dikenal dengan sebutan penyakit tipus atau tipes.


Manfaat Berjalan Kaki, Membantu Mengurangi Berat Badan Hingga Mood Lebih Baik

11 November 2021

Manfaat Berjalan Kaki, Membantu Mengurangi Berat Badan Hingga Mood Lebih Baik

Rutin berjalan kaki setiap hari membantu mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, dan menurunkan berat badan.


Sering Pakai Semprotan Hidung untuk Mencegah Covid-19, Begini Cara Kerjanya

30 Oktober 2021

Sering Pakai Semprotan Hidung untuk Mencegah Covid-19, Begini Cara Kerjanya

Salah satu cara mencegah Covid-19 adalah dengan menyemprotkan cairan khusus ke hidung. Apa kandungan dalam cairan itu dan bagaimana cara kerjanya?


5 Cara Terhindar dari Sakit Kepala

24 Oktober 2021

5 Cara Terhindar dari Sakit Kepala

Penyebab sakit kepala yang dominan terjadi selama pandemi Covid-19 adalah kelelahan dan kurang tidur.


Kapan Puncak Massa Tulang dan Waktu yang Tepat Mencegah Osteoporosis

23 Oktober 2021

Kapan Puncak Massa Tulang dan Waktu yang Tepat Mencegah Osteoporosis

Ketahui periode terbaik memumpuk "bekal" menjelang massa tulang puncak, fase kondisi tulang terbaik, dan penurunannya untuk mencegah osteoporosis.