Beda Whipped Cream dengan Heavy Cream

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi whipped cream/krim kocok. Epicurious.com

    Ilustrasi whipped cream/krim kocok. Epicurious.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi yang mulai menekuni kegiatan masak terutama membuat kue, kamu harus tahu nama-nama, manfaat, dan perbedaan dari setiap bahan pembuat kue.

    Sebagai pemula, seringkali menemukan resep yang menuliskan bahan heavy cream dan whipped cream. Apakah perbedaan dua jenis krim itu?

    Whipped cream dan heavy cream sama-sama krim yang bisa dikocok sampai mengembang. Perbedaan hanya terletak pada kandungan lemak susunya. Makin tinggi kandungan lemaknya, kian gurih rasanya.

    Mengutip laman Popsugar, whipped cream mengandung kadar lemak susu sekitar 30 persen, sehingga kalau dikocok akan mengembang 2 kali lipat. Hasil akhir kocokannya akan lebih ringan dibandingkan heavy cream.

    ADVERTISEMENT

    Whipped cream akan lebih cepat meleleh dibandingkan dengan heavy cream. Whipped cream biasanya digunakan untuk hiasan di permukaan kue atau minuman.


    Ilustrasi heavy cream.

    Adapun heavy cream mengandung lemak susu paling banyak, yaitu minimal 36 persen. Warnanya putih bersih, bertekstur lebih kental dari susu cair. Hasil kocokan heavy cream yang lebih padat bisa disemprotkan dengan piping bag untuk pembuatan vla atau krim isian soes, campuran dalam sup, atau saus.

    DINA ANDRIANI

    Berita lainnya:

    Kue 8 Jam yang Legendaris, Ini Resepnya

    Ayam Piccata, Cocok untuk Bakar Lemak di Perut

    Lebaran: Smoothies Pisang, Efektif Jaga Perut Tetap Langsing


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.