Cuaca Panas, Dehidrasi Mengintai! Minum, Jangan Tunggu Haus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita minuma air mineral atau air putih. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita minuma air mineral atau air putih. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu cara menyingkirkan risiko terkena dehidrasi adalah minum air tanpa perlu menunggu haus.  

    "Untuk mencegah dehidrasi jangan menunggu sampai haus baru Anda minum. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan minum cukup cairan dingin setiap jam untuk menjaga warna normal cahaya dan jumlah urine," ujar Dr Manny Alvarez dari Hackensack University Medical Center, Amerika Serikat. 

    Kemudian, saat berolahraga cukup berat di lingkungan yang panas, jangan lupa minum dua sampai empat gelas cairan setiap jamnya. 

    Sebaiknya hindari minuman yang mengandung banyak gula, karena dapat menyebabkan Anda kehilangan lebih banyak cairan tubuh.

    ADVERTISEMENT

    Sebisa mungkin memang membatasi aktivitas di luar ruangan jika memang suhu lingkungan sangat panas. Kenakan pakaian yang cukup longgar dan kenakan topi atau payung jika memang ingin berkegiatan di luar ruangan. 

    Hal lain yang perlu Anda ingat ialah menghindari konsumsi makanan panas dan makanan berat karena bisa menambah panas ke tubuh Anda.

    Sejumlah tanda dehidrasi yang biasa muncul, antara lain kelelahan, kram kaki atau perut, sembelit, pusing, bingung, mulut kering, sakit kepala, dan migrain. Demikian seperti dilansir Fox News.

    ANTARA

    Artikel lainnya:
    Ayam Piccata, Cocok untuk Bakar Lemak di Perut
    Riset : Sayuran Turunkan Risiko Menopause Dini
    Mau Bisnis Restoran? Simak 12 Rahasia Suksesnya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.