Olahraga yang Cocok untuk Tangkal Kanker Payudara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi peduli kanker payudara. Shutterstock

    Ilustrasi peduli kanker payudara. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada alasan yang sangat bagus jika kamu gemar berkebun. Selain bisa mendapatkan sayur mayur sehat hasil tanam sendiri dan merasa rileks, berkebun baik untuk kesehatan tubuh dan lingkungan. Baca: Belajar dari Renita Sukardi, Kenali Kanker Payudara Sejak Dini

    Sebuah studi baru menunjukkan kegiatan berkebun yang dilakukan oleh mereka yang berusia paruh baya atau khususnya perempuan yang sudah menopause, dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara. Mengutip Telegraph, semakin aktif berkebun bisa mengurangi peluang terkena kanker hingga 13 persen.


    Ilustrasi berkebun.

    Penelitian ini dilansir Country Living yang diklaim sebagai studi terbesar dalam meneliti efek olahraga, diet dan alkohol, pada kanker payudara sebagai penyakit yang paling umum terjadi pada wanita.

    ADVERTISEMENT

    Setelah memeriksa semua penelitian di seluruh dunia mengenai dampak gaya hidup terhadap risiko kanker payudara, World Cancer Research Fund menyimpulkan 6.000 kasus dapat dicegah setiap tahun jika wanita berolahraga minimal 30 menit setiap hari. Baca juga: Kanker Payudara Meningkat 6 Kali Lipat, Bagaimana Mendeteksinya?


    Ilustrasi berlari.

    Sementara olahraga yang berat, seperti berlari, menurunkan risiko terkena kanker payudara sebesar 17 persen dibandingkan dengan yang tidak aktif berolahraga. Dan olahraga yang lebih ringan, seperti berkebun atau berjalan kaki, ternyata paling bermanfaat untuk wanita pasca menopause karena dapat mengurangi risiko hingga 13 persen. Artikel terkait: Risiko Kanker Payudara Dipengaruhi Diet Saat Remaja

    TABLOIDBINTANG


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.