Libur Lebaran Pakai Sepeda Motor, Cek Persiapanmu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi naik sepeda motor berboncengan. shutterstock.com

    Ilustrasi naik sepeda motor berboncengan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kamu yang hendak mengisi libur Lebaran dengan jalan-jalan atau kembali ke Ibu Kota menggunakan sepeda motor membutuhkan persiapan khusus. Cuaca panas, kondisi fisik, dan jalan menjadi tantangan tersendiri.

    Terlalu banyak terpapar panas dan sinar ultraviolet bisa berdampak buruk bagi tubuh, terutama kulit. Udara panas yang berlebihan bisa membuat tubuh kesulitan menjaga tekanan darah.

    Selain itu, udara yang panas dapat membuat dehidrasi dan menyebabkan suhu tubuh naik. Kondisi ini bisa menyebabkan kamu terkena sengatan panas yang disebut heat stroke. Heat stroke atau sengatan panas matahari sangat umum terjadi saat cuaca panas dan berpotensi merusak otak dan organ dalam, bahkan terkadang bisa berakibat kematian.

    Heat stroke dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf pusat, kulit kering, denyut nadi cepat, dan berhentinya keringat. Dengan naiknya suhu, ada kemungkinan tubuh mengalami mual, pusing, kesulitan bernapas, hipertensi, detak jantung cepat, dan kejang. Jika kamu bepergian dalam kondisi panas, ikuti beberapa tip berikut ini untuk mencegah sengatan matahari, seperti dikutip Tempo dari Boldsky.

    ADVERTISEMENT

    1. Tetap terhidrasi
    Selain minum delapan gelas air putih per hari, kamu dapat menghidrasi tubuh dengan makanan tertentu. Asupan cairan seperti buttermilk dan air kelapa adalah pilihan yang baik untuk menjaga cairan tubuh.

    Tomat adalah makanan ringan yang dapat menghidrasi. Kamu bisa memakannya sebagai camilan. Semua jenis buah beri juga bagus untuk menghidrasi tubuh. Sebab, rasberi, beri hitam, dan blueberry mengandung sekitar 85-86 persen air. Namun yang terbaik di antara kelompok itu adalah stroberi.

    Mentimun termasuk salah satu sayuran yang secara alami memiliki kandungan air yang tinggi. Selain itu, ada semangka yang mengandung sumber potasium serta vitamin A dan C.

    2. Pakai baju longgar
    Semakin longgar pakaianmu saat bepergian, semakin baik bagi kulit untuk bernapas. Selalu pilih kain yang ringan dan hindari bahan yang tipis. Kain yang ringan tidak akan pernah melekat pada tubuh saat berkeringat. Pilih pakaian yang terbuat dari bahan katun.

    3. Pakai baju warna terang
    Warna gelap menyerap cahaya dan ini bisa membuatmu merasa jauh lebih panas. Sebaliknya, warna terang akan memantulkan cahaya dan membuatmu tetap sejuk.

    4. Perhatikan kondisi tubuh
    Pastikan kondisi tubuh terus diperhatikan. Jika kamu mengalami pusing, mual, atau sulit bernapas, segera hentikan perjalanan dan beristirahat. Jangan memaksakan diri bepergian saat kondisi tubuh menurun.

    5. Mandi air hangat
    Mandi air hangat bagus jika ingin menurunkan suhu tubuh. Mandi air hangat bisa membilas kotoran atau debu dan sel kulit mati. Mandi air dingin sangat menyegarkan, terutama saat bepergian. Namun tubuhmu akan bereaksi buruk bila mandi air dingin karena bisa menaikkan suhu dalam tubuh.

    6. Tutupi diri dari sinar ultraviolet
    Kenakan topi, syal, atau jaket yang bisa melindungi kulit dari sinar ultraviolet. Ini bisa membantu agar tak terlalu banyak terpapar sinar matahari.

    7. Jangan abaikan tabir surya
    Tabir surya bisa menghalau sinar ultraviolet sinar matahari sekaligus mencegah kanker kulit. Orang dewasa disarankan memilih tabir surya tidak kurang dari SPF15, sementara anak-anak menggunakan tabir surya tidak kurang dari SPF30.

    8.Hindari makanan pedas
    Ketika melakukan perjalanan jauh, sebaiknya hindari makanan pedas karena hal itu bisa membuat tubuh terasa panas dan perut tak nyaman. Rasa pedas makanan biasanya berasal dari cabai atau bumbu rempah tertentu. Konsumsi makanan pedas selama perjalanan dapat menyebabkan ketidaknyamanan, bahkan bisa membahayakan.

    9. Pakai kacamata hitam
    Sinar matahari tidak baik untuk kulit dan mata. Karena itu, pakailah kacamata untuk menangkal sinar ultraviolet.

    LUCIANA

    Berita lainnya:
    7-Eleven Tutup, Ada 5 Hal yang Bakal Bikin Kangen
    Zat Kimia pada Shampo Bisa Membuat Bayi Lahir Cacat?

    Gaya Parenting Asri Welas: Tak Ada Nangis Guling-guling di Mal


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.