Libur Lebaran, Strategi Packing agar Bagasi Tak Merepotkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi persiapan mudik/travelling dengan koper. AP

    Ilustrasi persiapan mudik/travelling dengan koper. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Mudik Lebaran yang ditunggu-tunggu menimbulkan beberapa persoalan. Salah satu yang biasa dialami pemudik, bagaimana cara mengatur barang bawaan agar tidak berlebihan sehingga merepotkan di perjalanan?

    Saat mudik Lebaran, kamu pasti ingin membahagiakan keluarga dengan buah tangan. Masalahnya, membawa barang dengan jumlah berlebih selain merepotkan, juga membuat biaya mudik membengkak terutama jika pulang kampung menggunakan pesawat terbang.

    Maskapai penerbangan biasanya menetapkan biaya tambahan untuk kelebihan bagasi. Perlu diingat, tak semua maskapai memberikan fasilitas bagasi gratis. Baca: Ini Tips Mudik Nyaman dan Ramah Anak versi KPAI

    Seorang dosen di Jakarta yang hendak Mudik Lebaran ke Jember, Jawa Timur, Esti GA, 37 tahun, mengatakan selalu memperhatikan peraturan setiap maskapai penerbangan terkait bagasi. Dengan begini, ia bisa mengukur seberapa banyak barang yang bisa dibawa mudik.

    ADVERTISEMENT

    “Biasanya saya membagi barang dalam 3 tas: koper, travel bag, dan tas ransel. Semua baju saya simpan di dalam koper berkapasitas 10-11 kilogram," ujarnya. Sedangkan travel bag berkapasitas 5-7 kilogram diisi oleh-oleh untuk keluarga. "Keduanya saya masukkan ke bagasi."

    Adapun tas ransel yang masuk ke kabin digunakan untuk barang-barang kebutuhan selama perjalanan seperti dompet, alat salat, makanan, dan minuman. Berbeda dengan Rina Febriana, 32 tahun, karyawati swasta yang mudik ke Yogyakarta ini menggunakan transportasi kereta api.

    Bagi Rina, lebih praktis menggunakan tas ransel ketimbang koper. “Kalau koper, tanpa diisi pun sudah berat," ujarnya. Sementara mudik dengan kereta, ransel sangat praktis karena tidak memakan banyak tempat di dalam gerbong. Baca juga: Mudik Lebaran, Bawa 5 Camilan Enak dan Bikin Kenyang

    Jika ingin membawa barang lebih banyak, dia memilih tas ransel jenis carrier bag yang biasa dipakai untuk mendaki gunung. “Carrier bag berkapasitas 30-50 liter biasanya sudah cukup,” ucap Rina.

    TABLOIDBINTANG


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.