Bertanya Kapan Nikah Itu Tak Sopan, Simak Penjelasan Psikolog

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Ilustrasi perempuan marah. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Berkumpul bersama keluarga besar adalah agenda wajib di Hari Lebaran. Pada kesempatan itu, kamu akan bertemu sanak famili yang mungkin jarang bersua.

Biasanya  pada saat-saat seperti itu, sanak saudara akan mengajukan pertanyaan yang bersifat pribadi, misalnya “kapan nikah?” atau “kerja di mana sekarang?”, dan sejenisnya. Entah benar-benar ingin tahu jawabannya atau sekadar basa-basi, kita tak bisa mengabaikan pertanyaan itu, terlebih jika yang megajukan adalah orang yang lebih tua.

Sejatinya pertanyaan itu membuatmu tak nyaman. Saking muaknya, ada orang yang memilih menghindar ketika berdekatan dengan anggota keluarga yang selalu ingin tahu. Namun jika pertanyaan itu sudah terlanjur ditujukan kepadamu, psikolog Kasandra Putranto punya jurus untuk menanggapinya. “Kalau ditanya kapan nikah, jawab enteng saja, tahun depan,” ujar Kasandra.

Meski jawaban ini mungkin membuat kesal si orang yang bertanya, Kasandra menyarankan agar kamu menyatakannya dengan nada datar saja, dan tidak meledek. “Jawab saja dengan jujur karena jika berbohong sama saja merendahkan diri sendiri,” ujarnya.

Kecuali jika lawan bicara masih seumur, jawaban sambil bercanda adalah cara paling ampuh untuk menyetop pertanyaan lanjutan. “Misalnya kalau ditanya ‘pacarnya siapa’? Jawab saja: Ada deh. Beres,” kata Kasandra.

Kasandra mengimbau jangan berpikir negatif atas pertanyaan itu. Sebab, asumsi tersebut bisa merugikan diri sendiri dan akan mengganggu momen silaturahmi. Meski begitu, Kasandra menilai pertanyaan seperti itu tidak sopan. Namun, karena sering dilakukan, jadi dianggap wajar. “Masyarakat kadang tak konsisten, mengajarkan sopan santun, tapi ada pembiaran untuk hal-hal yang sudah jadi kebiasaan,” ucapnya.

Awalnya, menurut Kasandra, pertanyaan seperti itu diajukan sebagai bahan pembuka obrolan atau basa-basi karena mungkin sudah lama tak bertemu. “Tapi kemudian ada juga yang terselubung kompetisi,” ujarnya.

TEMPO | TABLOIDBINTANG | LUCIANA

Berita lainnya:
3 Sikap Pria yang Bikin Perempuan GeEr
5 Tanda Hidupmu Tak Sehat Lahir dan Batin
Menebak Kepribadian Seseorang Lewat Bibirnya






83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

4 hari lalu

83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

Bagi seseorang yang sedang menyelami ilmu psikologi, tentu tidak asing lagi dengan Sigmund Freud. Pemikirannya masih bertahan hingga sekarang.


Apa Itu Sekolah Kepribadian?

5 hari lalu

Apa Itu Sekolah Kepribadian?

Sekolah kepribadian berfokus pengembangan individu


Doktor Psikologi UI Teliti Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Bekerja, Apa Hasilnya?

32 hari lalu

Doktor Psikologi UI Teliti Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Bekerja, Apa Hasilnya?

Pingkan meraih gelar doktor psikologi UI lewat disertasinya mengenai kondisi stres pasangan suami-istri.


Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

46 hari lalu

Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

Aspek kesehatan jiwa perlu menjadi perhatian bersama demi kesejahteraan psikologis masyarakat kala harus beradaptasi dengan situasi pandemi COVID-19.


5 Tahapan Terapi Psikososial

49 hari lalu

5 Tahapan Terapi Psikososial

Terapi psikososial bentuk pemulihan perilaku manusia di masyarakat


Kak Seto, Si Komo dan Dunia Anak-Anak

29 Juli 2022

Kak Seto, Si Komo dan Dunia Anak-Anak

Pembahasan perayaan Hari Anak Nasional tidak lengkap tanpa mengulik sosok Seto Mulyadi atau Kak Seto.


Terapi Psikologi untuk Pecandu Rokok

19 Juli 2022

Terapi Psikologi untuk Pecandu Rokok

Terapi SEFT bisa digunakan untuk mengatasi masalah psikologi secara umum. Namun, bisa pula digunakan untuk mengatasi kecanduan terhadap rokok.


5 Dampak Buruk Toxic Positivity

19 Juli 2022

5 Dampak Buruk Toxic Positivity

Toxic positivity membungkam emosi negatif


Self Compassion, Kenapa Belas Kasih kepada Diri Sendiri Perlu Dilakukan?

19 Juli 2022

Self Compassion, Kenapa Belas Kasih kepada Diri Sendiri Perlu Dilakukan?

Memahami penderitaan dan emosi negatif pada diri sendiri atauself compassion perlu dilakukan untuk keseimbangan emosi. Bagaimana caranya?


Indra Keenam, Bagaimana dalam Pandangan Kajian Psikologi?

15 Juli 2022

Indra Keenam, Bagaimana dalam Pandangan Kajian Psikologi?

Indra keenam merupakan persepsi tentang orang menerima informasi secara sadar mengenai peristiwa di luar diri