5 Karakter Perempuan Saat Browsing di Ponsel

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Ilustrasi ponsel pintar dan aplikasi. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Perkembangan dunia digital di Indonesia telah membuka jalan untuk emansipasi digital. Jumlah pengakses Internet wanita ternyata tidak terlalu jauh berbeda dari pria, terutama dalam penggunaan mobile browser.

Opera Software baru saja meluncurkan hasil survei Mobile Browser Satisfactory Index, beberapa waktu lalu, yang dilakukan untuk mencari tahu perilaku browsing pengguna ponsel pintar di Indonesia dan bagaimana mereka mengakses informasi lewat Internet di perangkatnya.

Survei itu dilakukan di Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar, melibatkan lebih dari 420 responden dengan rentang usia dari 18 hingga 25 tahun. Berikut ini adalah lima perilaku browsing ponsel yang membuktikan wanita juga melek teknologi.

1. Mengakses mobile browser sesering pria
Soal melek teknologi, wanita dan pria tak jauh berbeda. Survei dari Opera menunjukkan hampir 60 persen responden wanita mengakses mobile browser lebih dari delapan kali sehari untuk melakukan berbagai macam aktivitas daring. Tingginya frekuensi penggunaan mobile browser ini mirip dengan hasil dari responden pria.

2. Lebih tertarik belanja daring di mobile browser dibanding pria
Pria dan wanita tidak hanya mengakses mobile browser pada kadar yang sama. Survei Opera menunjukkan pria dan wanita menggunakan peramban untuk melakukan berbagai aktivitas yang sama, seperti mencari informasi, membaca berita, dan mengakses sosial media.

Tapi, kalau sudah menyangkut belanja daring atau sekadar mencari barang di situs-situs e-commerce, wanita selangkah lebih maju. Survei menunjukkan responden wanita mempunyai tingkat persentase yang lebih tinggi (37 persen) dibandingkan dengan pria (34 persen) dalam belanja online.

3. Tidak suka default browser
Mungkin hal ini tidak mengejutkan lagi, namun sudah terbukti wanita dan pria tidak menyukai default browser mereka. Keduanya memilih untuk menggunakan browser pihak ketiga daripada peramban yang sudah ada di ponsel dari awal. Hasil survei Opera menunjukkan hanya satu dari 10 pengguna ponsel yang menggunakan default browser-nya.

4. Membeli paket data dengan kuota besar seperti pria
Survei yang dilakukan Opera menunjukkan lebih dari 50 persen responden wanita membeli paket data 5 GB atau lebih setiap bulan, sementara hanya 47 persen pria yang melakukan hal serupa. Di antara mereka, 23 persen responden wanita mengatakan mereka membeli paket data dengan kuota 10 GB atau lebih, sementara hanya 22 persen responden pria yang melakukan hal sama.

5. Menginginkan berbagai fitur browser
Fitur apa yang paling diinginkan oleh pengguna browser ponsel? Jawabannya adalah penghemat data dan ad-block. Menurut survei ini, pria dan wanita sama-sama ingin menghemat data saat berselancar di Internet.

Jadi, browser dengan teknologi kompresi gambar dan video yang bagus akan semakin dicari. Para pengguna internet di Indonesia tidak suka diganggu dengan iklan yang menutupi layar ponsel mereka. Karenanya, ad-block adalah fitur kedua yang paling populer, baik untuk pria maupun wanita. Beberapa fitur lain yang juga digandrungi reponden wanita termasuk akses langsung ke situs e-commerce, penggunaan mode offline, dan kehadiran newsfeed.

PIPIT

Berita lainnya:
5 Tren Teknologi yang Mempengaruhi Konsumen di 2017
Kena DO 12 Tahun Lalu, Zuckerberg Dapat Gelar Kehormatan Harvard
Tip Teknologi: Pasang Kamera Pengawas Rumah dengan Biaya Murah






Menkominfo Johnny G. Plate: Pemerintah Siapkan Akses Internet di 150.000 Fasilitas Umum Daerah 3T

2 hari lalu

Menkominfo Johnny G. Plate: Pemerintah Siapkan Akses Internet di 150.000 Fasilitas Umum Daerah 3T

Menkominfo, Johnny G. Plate ungkap bahwa Indonesia ikutserta dalam mencapai konektivitas universal, antara lain siapkan akses internet di daerah 3T.


Beasiswa Bootcamp Digital Skill dari Rumah Amal Salman Bandung, Ini Informasinya

21 hari lalu

Beasiswa Bootcamp Digital Skill dari Rumah Amal Salman Bandung, Ini Informasinya

Beasiswa senilai Rp 10 juta per orang ini disediakan bagi para lulusan Teknologi Informasi dari berbagai kampus untuk mencetak talenta digital.


Aksara Kawi Segera Rilis di Unicode September 2022

22 hari lalu

Aksara Kawi Segera Rilis di Unicode September 2022

Tujuan didaftarkannya aksara Kawi ke Unicode agar bisa masuk dalam standar pengkodean aksara internasional untuk perangkat digital.


Cara BPJS Kesehatan Jalankan Efisiensi Biaya Operasional

22 hari lalu

Cara BPJS Kesehatan Jalankan Efisiensi Biaya Operasional

Pemanfaatan teknologi informasi dan digitalisasi layanan jadi kunci keberlanjutan proses bisnis BPJS Kesehatan.


Singapura Permudah Pemberian Visa Kerja untuk Profesional

32 hari lalu

Singapura Permudah Pemberian Visa Kerja untuk Profesional

Singapura mengumumkan aturan visa kerja baru untuk menarik talenta asing ketika mereka meningkatkan pemulihannya dari pandemi Covid-19.


Cerita Anak Pedagang Kerupuk Raih Beasiswa SEMESTA, Kuliah Gratis dan Digaji

51 hari lalu

Cerita Anak Pedagang Kerupuk Raih Beasiswa SEMESTA, Kuliah Gratis dan Digaji

Islam Nurul Yaqin, siswa SMK Plus YSB Suryalaya Tasikmalaya berhasil mendapat beasiswa SEMESTA untuk kuliah di Binus University. Simak kisahnya.


Cari Inovasi IT Kesehatan, BPJS Kesehatan Helat Healthkathon 2022

29 Juli 2022

Cari Inovasi IT Kesehatan, BPJS Kesehatan Helat Healthkathon 2022

BPJS Kesehatan Healthkathon 2022 diharapkan dapat menampung inovasi yang dapat diimplementasikan untuk peningkatan mutu layanan Program JKN.


Teken Kontrak Pengadaan Laptop Nasional, Zyrex Targetkan Rp 900 Miliar

28 Juli 2022

Teken Kontrak Pengadaan Laptop Nasional, Zyrex Targetkan Rp 900 Miliar

Zyrex menargetkan dapat memenuhi kebutuhan laptop nasional bernilai sekitar Rp 900 miliar.


Pentingnya Generasi Z Beradaptasi dengan Teknologi Informasi untuk Kembangkan Karier

26 Juli 2022

Pentingnya Generasi Z Beradaptasi dengan Teknologi Informasi untuk Kembangkan Karier

Transformasi digital berlangsung sangat pesat. Pentingnya generasi Z adaptasi teknologi informasi untuk kembangkan karier.


Syarat Kritik Supaya Tak Kena Pasal Penghinaan Presiden di RKUHP: Harus Konstruktif, Pakai Solusi

7 Juli 2022

Syarat Kritik Supaya Tak Kena Pasal Penghinaan Presiden di RKUHP: Harus Konstruktif, Pakai Solusi

Dalam draf final RKUHP, ada sejumlah pasal penjelasan yang mengatur soal kritik yang tidak termasuk dalam kategori penghinaan presiden.