Hobi Maraton? Ada ASICS Relay yang Bakal Digelar Agustus 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Andrew Burton

    AP/Andrew Burton

    TEMPO.CO, Jakarta -Pada Agustus 2017, ASICS akan menyelenggarakan ASICS Relay di Jakarta, Indonesia, sebagai bentuk komitmen ASICS pada olahraga lari dan penghargaan untuk semangat kerja sama tim.

    ASICS Relay tahun ini akan dimulai di Jakarta, Indonesia (19 Agustus), diikuti oleh Kuala Lumpur, Malaysia (7 Oktober); Singapura (4 November); dan Bangkok, Thailand (diumumkan nanti). (baca : Mengobati Jerawat Sendiri? Begini Saran Ahli)

    Di Jakarta, maraton ini akan digelar di Alam Sutera, sebuah kota satelit di daerah Tangerang, provinsi Banten.

    Tiga ribu tim dari empat kota diharapkan akan turut serta dalam maraton ini. Format yang menarik dari ASICS Relay adalah dengan mengajak tim yang terdiri dari empat orang untuk menyelesaikan full maraton 42km atau half maraton 21km. Setiap anggota harus menyelesaikan seperempat dari jarak keseluruhan. Format ini tidak hanya menitikberatkan kepada ketahanan individu namun juga kerja sama antar sesama anggota tim untuk saling memotivasi dalam menyelesaikan maraton.

    ADVERTISEMENT

    Menyadari bahwa lari adalah olah raga yang sedang populer di Asia, ASICS menyelenggarakan ASICS Relay sebagai bentuk kompetisi lari yang menyenangkan sekaligus mengakrabkan para pencintanya. Baik para penggila olah raga, pemburu petualangan, penggemar hidup sehat maupun para peserta rekreasional. (Baca :Mudik Lebaran Bersama Anak, Perhatikan Gejala Heatstroke)

    "Sangatlah bangga  dapat menyaksikan para peserta dari beragam lapisan masyarakat, baik para pelari regular maupun awam, bersama-sama menyelesaikan maraton. Kami sangat menantikan untuk menyambut para peserta maraton tahun ini.” ucap Kenji Oh, Asia Marketing Director dari ASICS Asia Pte. Ltd dalam siaran persnya.

    BISNIS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.