Kalau Daging Sapi Diganti Jangkrik, Apa Asyiknya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua ekor jangkrik peliharaan Man Zhiguo menjalani latihan sebelum mengikuti kompetisi adu jangkrik tingkat nasional di Beijing, Cina (18/9).  Man adalah pecinta adu jangkrik yang telah bergelut selama 40 tahun. Ia memelihara 70 ekor jangkrik yang dirawat secara khusus. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Dua ekor jangkrik peliharaan Man Zhiguo menjalani latihan sebelum mengikuti kompetisi adu jangkrik tingkat nasional di Beijing, Cina (18/9). Man adalah pecinta adu jangkrik yang telah bergelut selama 40 tahun. Ia memelihara 70 ekor jangkrik yang dirawat secara khusus. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    TEMPO.CO, Jakarta -Sebuah start up di Brussels berharap bisa menggerakkan revolusi kuliner di Belgia dengan menawarkan jangkrik yang renyah sebagai alternatif protein untuk daging.

    "Little Food" yang ramah lingkungan mengatakan jangkrik mereka, yang bisa dimakan dalam keadaan kering, punya varian rasa seperti bawang putih dan tomat, atau diubah menjadi tepung, lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan peternakan sapi. (baca Mengenal Angka Kolesterol, Simak Gejala yang Harus Diwaspadai)

    "Untuk jumlah protein yang sama seperti sapi misalnya, mereka (jangkrik) membutuhkan 25 kali lebih sedikit makanan, mereka membutuhkan 300 kali lebih sedikit air, dan mereka menghasilkan 60 kali lebih sedikit gas rumah kaca," kata peternak jangkrik Little Food, Nikolaas Viaene, seperti dilansir Reuters.

    Meski memakan serangga hal lazim di sejumlah negara, seperti China, Ghana, Meksiko dan Thailand, penduduk Brussel sepertinya tidak yakin mau memasukkan jangkrik ke menu makanannya.

    ADVERTISEMENT

    Ketika berjalan-jalan di pusat kota Brussel, Efthimia Lelecas menolak tawaran mencoba camilan jangkrik: "Tidak, saya tidak makan itu," katanya. "Tidak, tidak, itu terlihat mengerikan, tidak, tidak ... tidak."

    ANTARA

    Baca juga :
    Mudik Lebaran, Tidur Selama Perjalanan Picu Diabetes
    Jenis Minuman yang Semakin Banyak Diminum Bikin Tambah Haus


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.