Lebaran : Mau Panggang Sate? Bersihkan Dulu Alatnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sate kambing muda Klatak di Jalan Imogiri Timur, Bantul. Yang dikasih bumbu cuma garam dan merica, tusuk sate tidak terbuat dari bambu atau lidi. Tetapi menggunakan jeruji sepeda onthel. Tempo/Muh Syaifullah.

    Sate kambing muda Klatak di Jalan Imogiri Timur, Bantul. Yang dikasih bumbu cuma garam dan merica, tusuk sate tidak terbuat dari bambu atau lidi. Tetapi menggunakan jeruji sepeda onthel. Tempo/Muh Syaifullah.

    TEMPO.CO, Jakarta -Perayaan lebaran waktunya kumpul bersama keluarga. Biasanya untuk menambah keakraban anggota keluarga diadakan acara bakar makanan bersama. Bisa bakar ikan, jagung atau sate.

    Nah, jika Anda mempunyai panggangan arang harus dibersihkan dulu untuk memastikan fungsinya baik dan makanan yang dimasak matang sempurna.

    Alat panggang dengan arang  harus dibersihkan minimal sekali dalam setahun atau tergantung dari seberapa sering Anda menggunakannya. Ini dilakukan, agar tak terjadi penumpukan karbon atau abu di panggangan yang dapat membuat panggangan berkarat.

    Berikut kiat yang diberikan laman The Kitchn untuk membersihkan panggangan arang ini. Dibutuhkan sikat kasar, alumunium foil, kertas atau kantong plastik, sikat bulu atau pisau dempul dan garpu (opsional).

    Caranya bersihkan dengan sikat kasar tempat pembakaran dan tempat penyimpanan arangnya lalu cuci hingga bersih. Setelah itu gosok dengan alumunium foil untuk membersihkan sisa kotoran yang menempel kuat. Lalu bersihkan bagian bawah panggangan gunakan pisau dempul untuk mengikis serpihan karbon dan lemak. Jangan lupa untuk meletakkan kertas atau kantong plastik untuk menampung kotoran yang jatuh. Bersihkan semua bagian dengan kain. Selesai.

    DINA ANDRIANI

    baca juga :
    Tetap Cantik Saat Mudik? Jangan Lupa Tabir Surya
    Mille Crepe Kurma, Renyahnya Sang Juara
    Lebaran Mesti Ada Kue Nastar, Ketahui Asal-Usulnya

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).