Presiden Jokowi Ulang Tahun: Kadonya? Tagar Happy56Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpose di sebelah patung lilin dirinya di Museum Madame Tussauds di Hong Kong, 1 Mei 2017. Berikut momen saat Jokowi bertemu

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpose di sebelah patung lilin dirinya di Museum Madame Tussauds di Hong Kong, 1 Mei 2017. Berikut momen saat Jokowi bertemu "kembarannya" pada hari kedua kunjungannya di Hong Kong. AP Photo/Handout

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga net Indonesia sejak dini hari mengucapkan selamat ulang tahun kepada Presiden Joko Widodo yang hari ini berulang tahun ke-56.

    Tanda pagar #Happy56thJokowi menjadi trending topic di mikro blog Twitter, warga net ramai-ramai mendoakan Presiden Joko Widodo agar diberikan kesehatan dan dapat menyelesaikan pekerjaannya.

    “Selamat ultah Pakde @jokowi semoga terus kerja, kerja dan kerja…,” kata pengguna Twitter, @obhie05. (Baca : Ketika Selera Musik Berbeda, Begini Curhat Kaesang Pangarep)

    Musisi Addie MS juga turut menggunakan tagar tersebut, mengucapkan “Selamat berulang tahun, Pak @jokowi. Semoga selalu sehat, ya #Happy56thJokowi” sambil mengunggah foto dirinya bersama Presiden.

    Tidak hanya perorangan, lembaga negara Kementerian Sekretariat Negara melalui akun @KemensetnegRI mengucapkan “Selamat Ulang Tahun ke-56 Presiden @jokowi, semoga Bapak selalu sehat & membawa Indonesia menjadi lebih maju, sejahtera & aman. #Happy56thJokowi”.

    Sementara itu, sampai berita ini dinaikkan, di akun Twitterresmi Presiden @jokowi belum mengunggah aktivitas yang berkaitan dengan ulang tahunnya hari ini, begitu juga dengan Instagram dan laman resmi di Facebook. (baca :Jokowi: Anak-anak Sebaiknya Belajar Tembang Macapat, Alasannya?)

    ANTARA

     

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.