Agar THR Awet, Begini Kata Konsultan Keuangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita memegang uang atau mendapat THR. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita memegang uang atau mendapat THR. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tunjangan Hari Raya sudah masuk ke rekening gaji menjelang Idul Fitri, bersamaan dengan menjamurnya promosi dan diskon di pusat perbelanjaan.

    Di Indonesia, meningkatnya jumlah pengeluaran selama Ramadan terutama untuk memenuhi kebutuhan Hari Raya wajar terjadi karena perayaan Lebaran sudah menjadi tradisi.(baca : 8 Tips Bikin Payudara Awet Muda)

    Bagaimana caranya mengelola THR agar tidak "bocor" dan akhirnya tidak bersisa karena habis untuk memenuhi hasrat belanja?

    Dalam siaran persnya, Shierly Ge, Chief Marketing Officer Sun Life Financial Indonesia, mengatakan tingkat konsumsi barang meningkat jelang Idul Fitri.

    Survey Shopback tahun ini mengenai perilaku konsumen belanja daring di lima kota besar Indonesia mengungkap bahwa mayoritas konsumen belanja daring yang rata-rata adalah kalangan muda akan meningkatkan jumlah pengeluaran untuk berbelanja kebutuhan pada Ramadan dan Lebaran.

    Sebagian besar konsumen (52,20 persen) akan menggunakan THR untuk keperluan tersebut. Bahkan, ada yang telah merencanakan akan menggunakan pula tabungan (23,90 persen) dan gaji (23,90 persen) mereka.

    Shierly mengatakan THR tidak ubahnya adalah gaji ke-13 yang harus tetap disisihkan sedikitnya 10 persen untuk kepentingan finansial jangka panjang.

    "Idealnya, ambil dana THR untuk memenuhi beragam kebutuhan utama Hari Raya yang sudah dialokasikan sejak awal," kata dia.(baca : Trik Menebak Kepribadian Seseorang dari Bentuk Hidung)

    THR bisa dipakai untuk membayar zakat, makanan Lebaran, transportasi untuk mudik, hingga angpau untuk saudara-saudara yang masih kecil. Kebutuhan lain yang tidak terlalu penting, misalnya baju baru, bisa dikesampingkan dulu.

    ANTARA

    Baca juga : Salah Kaprah, Ada Makanan Diet yang Berpotensi Merusak Otak


  • THR
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.