Khasiat Dibalik Pelukan: Menurunkan Stres dan Mengurangi Infeksi

Reporter

Editor

Susandijani

Ilustrasi perempuan terpaksa berpelukan dengan pasangannya. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah pelukan nyatanya mempunyai manfaat bagi seseorang, salah satunya membuat dia merasa didukung, menurut sebuah penelitian.

"Studi menunjukkan bahwa orang merasa lebih baik dan lebih terhubung dengan pasangan mereka saat mereka berpelukan atau sering bersentuhan," ujar pakar hubungan, Terri Orbuch, PhD.

"Ketika kita terhubung secara fisik melalui pelukan, membuat kita merasa terhubung secara emosional dan psikologis dengan orang lain, hal itu menenangkan kita," sambung dia. (Baca : Resep Hidangan Buka Puasa Proffertjes)

Selain itu, sebuah penelitian dalam jurnal Biological Psychology memperlihatkan pelukan juga bisa menurunkan tekanan darah. Peneliti menemukan bahwa semakin sering seorang istri dipeluk suaminya berhubungan dengan penurunan tekanan darahnya.

Tak hanya itu, sebuah pelukan misalnya dari seorang ibu bagi putrinya bisa menurunkan kadar stres sang putri. Para peneliti dari University of Wisconsin-Madison School of Medicine menempatkan sekelompok anak perempuan berusia 7-12 tahun dalam situasi penuh tekanan seperti meminta mereka berpidato tiba-tiba hingga memecahkan soal matematika. Mereka yang pada akhirnya menerima pelukan dari ibundanya diketahui berkurang hormon stresnya.

Manfaat lain sebuah pelukan yakni menurunkan risiko infeksi seseorang. Dalam sebuah studi pada tahun 2014, peneliti dari Universitas Carnegie Mellon, menemukan bahwa orang-orang yang mengalami stres berisiko lebih rendah terkena infeksi bila merasa memiliki dukungan sosial yang memadai dalam mereka. Demikian seperti dilansir Time.com.

ANTARA

Baca juga:
12 Hal Pemicu Kanker, dari Penyegar Udara sampai Pasta Gigi
Full Day School, Ada Pesan Psikolog Buat Orang Tua 

 






83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

3 hari lalu

83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

Bagi seseorang yang sedang menyelami ilmu psikologi, tentu tidak asing lagi dengan Sigmund Freud. Pemikirannya masih bertahan hingga sekarang.


Apa Itu Sekolah Kepribadian?

4 hari lalu

Apa Itu Sekolah Kepribadian?

Sekolah kepribadian berfokus pengembangan individu


Doktor Psikologi UI Teliti Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Bekerja, Apa Hasilnya?

31 hari lalu

Doktor Psikologi UI Teliti Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Bekerja, Apa Hasilnya?

Pingkan meraih gelar doktor psikologi UI lewat disertasinya mengenai kondisi stres pasangan suami-istri.


Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

45 hari lalu

Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

Aspek kesehatan jiwa perlu menjadi perhatian bersama demi kesejahteraan psikologis masyarakat kala harus beradaptasi dengan situasi pandemi COVID-19.


5 Tahapan Terapi Psikososial

47 hari lalu

5 Tahapan Terapi Psikososial

Terapi psikososial bentuk pemulihan perilaku manusia di masyarakat


Kak Seto, Si Komo dan Dunia Anak-Anak

59 hari lalu

Kak Seto, Si Komo dan Dunia Anak-Anak

Pembahasan perayaan Hari Anak Nasional tidak lengkap tanpa mengulik sosok Seto Mulyadi atau Kak Seto.


Terapi Psikologi untuk Pecandu Rokok

19 Juli 2022

Terapi Psikologi untuk Pecandu Rokok

Terapi SEFT bisa digunakan untuk mengatasi masalah psikologi secara umum. Namun, bisa pula digunakan untuk mengatasi kecanduan terhadap rokok.


5 Dampak Buruk Toxic Positivity

19 Juli 2022

5 Dampak Buruk Toxic Positivity

Toxic positivity membungkam emosi negatif


Self Compassion, Kenapa Belas Kasih kepada Diri Sendiri Perlu Dilakukan?

19 Juli 2022

Self Compassion, Kenapa Belas Kasih kepada Diri Sendiri Perlu Dilakukan?

Memahami penderitaan dan emosi negatif pada diri sendiri atauself compassion perlu dilakukan untuk keseimbangan emosi. Bagaimana caranya?


Indra Keenam, Bagaimana dalam Pandangan Kajian Psikologi?

15 Juli 2022

Indra Keenam, Bagaimana dalam Pandangan Kajian Psikologi?

Indra keenam merupakan persepsi tentang orang menerima informasi secara sadar mengenai peristiwa di luar diri