Minggu, 25 Februari 2018

Khasiat Dibalik Pelukan: Menurunkan Stres dan Mengurangi Infeksi

Oleh :

Tempo.co

Senin, 19 Juni 2017 21:32 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Khasiat Dibalik Pelukan: Menurunkan Stres dan Mengurangi Infeksi

    Ilustrasi perempuan terpaksa berpelukan dengan pasangannya. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah pelukan nyatanya mempunyai manfaat bagi seseorang, salah satunya membuat dia merasa didukung, menurut sebuah penelitian.

    "Studi menunjukkan bahwa orang merasa lebih baik dan lebih terhubung dengan pasangan mereka saat mereka berpelukan atau sering bersentuhan," ujar pakar hubungan, Terri Orbuch, PhD.

    "Ketika kita terhubung secara fisik melalui pelukan, membuat kita merasa terhubung secara emosional dan psikologis dengan orang lain, hal itu menenangkan kita," sambung dia. (Baca : Resep Hidangan Buka Puasa Proffertjes)

    Selain itu, sebuah penelitian dalam jurnal Biological Psychology memperlihatkan pelukan juga bisa menurunkan tekanan darah. Peneliti menemukan bahwa semakin sering seorang istri dipeluk suaminya berhubungan dengan penurunan tekanan darahnya.

    Tak hanya itu, sebuah pelukan misalnya dari seorang ibu bagi putrinya bisa menurunkan kadar stres sang putri. Para peneliti dari University of Wisconsin-Madison School of Medicine menempatkan sekelompok anak perempuan berusia 7-12 tahun dalam situasi penuh tekanan seperti meminta mereka berpidato tiba-tiba hingga memecahkan soal matematika. Mereka yang pada akhirnya menerima pelukan dari ibundanya diketahui berkurang hormon stresnya.

    Manfaat lain sebuah pelukan yakni menurunkan risiko infeksi seseorang. Dalam sebuah studi pada tahun 2014, peneliti dari Universitas Carnegie Mellon, menemukan bahwa orang-orang yang mengalami stres berisiko lebih rendah terkena infeksi bila merasa memiliki dukungan sosial yang memadai dalam mereka. Demikian seperti dilansir Time.com.

    ANTARA

    Baca juga:
    12 Hal Pemicu Kanker, dari Penyegar Udara sampai Pasta Gigi
    Full Day School, Ada Pesan Psikolog Buat Orang Tua 

     


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.