Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mengapa Suka Dielus? Begini Filosofi Kucing dan Anjing

Editor

Susandijani

image-gnews
Ilustrasi anjing dan kucing. shutterstock.com
Ilustrasi anjing dan kucing. shutterstock.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kucing dan anjing sangat menikmati ketika kepalanya dielus atau digaruk oleh orang yang memeliharanya.

Profesor emeritus Sekolah Kedokteran Hewan Cumming di Universitas Tufts, Amerika Serikat, Dr. Nicholas Dodman, menyatakan mengelus kepala kucing atau anjing memberi perhatian yang selama ini mereka inginkan.

Anjing dan kucing kesulitan menyentuh puncak kepala mereka dengan cakar mereka, begitu juga dengan menjilatnya.

“Itu area yang relatif tidak terjangkau hewan, tapi bisa dijangkau manusia,” kata Dodman dalam laman Live Science.

Bagi kucing, elusan di kepala, pipi atau dagu mungkin mengingatkan mereka kepada kebiasaan mereka membersihkan diri, seperti saat mereka menjilat bagian belakang cakar.

Belaian di kepala juga mengingatkan mereka ke induk mereka yang menjilat puncak kepala saat mereka masih bayi.

Selain itu, menurut kandidat doktoral psikologi Universitas California, Berkeley, Mikel Delgado, yang juga konsultan perilaku kucing bersertifikat, kucing memiliki kelenjar bau yang terkonsentrasi pada kepala, pipi dan dagu.

Saat kucing menggosok sesuatu, baunya akan tertinggal. Bagi kucing, meninggalkan bau adalah salah satu cara mereka menandai daerah kekuasaan sekaligus membawa efek menenangkan kepada mereka sendiri.

Tetapi, bagi kucing, bila mereka menyentuh kepala manusia, selain menandai daerah kekuasaan juga berarti menyatakan pertemanan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Anjing juga menyeredukkan kepala mereka ke pemiliknya sebagai tanda kasih sayang, kata dosen Jurusan Sains Klinis, Kedokteran Hewan Universitas Cornell, New York.

"Tapi, beberapa anjing tidak suka digaruk kepalanya (atau didekati dari atas kepala) karena merupakan isyarat dominasi," kata Kaplan. Misalnya, di taman, anjing mencoba mendominasi anjing lainnya dengan menaruh cakar di kepala.

Anjing yang tidak pandai bersosialisasi atau takut bertemu orang baru biasanya tidak suka kepalanya digaruk. Kebiasaan ini juga berlaku untuk anjing yang mendapat hukuman dengan dipukul di kepala.

Kaplan menyarankan memperhatikan bahasa tubuh untuk menilai apa yang disukai hewan peliharaan, terutama apabila tanda perhatian ditanggapi dengan ingin mencakar atau menggigit.

ANTARA

Baca juga :
Tips Hilangkan Noda Eye Liner, Cat Kuku, dan Lipstik di Baju
5 Tanda Hidupmu Tak Sehat Lahir dan Batin
Bahan Alami untuk Hilangkan Noda Bekas Jerawat

 

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Begini Dua Mahasiswi Ini Bandingkan Kelas dan Skema IUP di QUT dan Unair

15 hari lalu

Queensland University of Technology, Australia. Gotoaustralia.com.au
Begini Dua Mahasiswi Ini Bandingkan Kelas dan Skema IUP di QUT dan Unair

Keduanya adalah mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) Psikologi Universitas Airlangga (Unair).


Ibu Bunuh Anak di Bekasi, Polisi Kesulitan Gali Motif Lantaran Keterangan Pelaku Berubah-ubah

18 hari lalu

Ilustrasi pembunuhan menggunakan senjata tajam. shutterstock.com
Ibu Bunuh Anak di Bekasi, Polisi Kesulitan Gali Motif Lantaran Keterangan Pelaku Berubah-ubah

Polisi menyebut ibu bunuh anak di perumahan Bekasi mengalami halusinasi.


Polres Tangerang Selatan Bakal Periksa Psikologi Korban Perundungan Geng Binus School

37 hari lalu

SMA Binus Serpong di Jalan Lengkong Karya No 58, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Senin 19 Februari 2024. TEMPO/Muhammad Iqbal
Polres Tangerang Selatan Bakal Periksa Psikologi Korban Perundungan Geng Binus School

Polres Tangerang Selatan berencana melakukan pemeriksaan psikologi terhadap korban perundungan siswa Binus School Serpong.


Tamara Tyasmara Pastikan Hadiri Pemeriksaan Lanjutan di Polda Metro Jaya Hari Ini

39 hari lalu

Tamara Tyasmara didampingi tim kuasa hukumnya datang ke Gedung SDM Polri pada Kamis, 15 Februari 2024 untuk menjalani pemeriksaan psikologis. TEMPO/Desty Luthfiani.
Tamara Tyasmara Pastikan Hadiri Pemeriksaan Lanjutan di Polda Metro Jaya Hari Ini

Tamara Tyasmara akan didampingi oleh kuasa hukumnya, Sandy Arifin, pada pemeriksaan lanjutan di Polda Metro Jaya hari ini.


Kasus Dante Tewas Ditenggelamkan di Kolam Renang, Apsifor Sebut Bakal Periksa Lagi Tamara Tyasmara

41 hari lalu

Tamara Tyasmara saat dikunjungi teman-temannya. Foto: Instagram.
Kasus Dante Tewas Ditenggelamkan di Kolam Renang, Apsifor Sebut Bakal Periksa Lagi Tamara Tyasmara

Tamara Tyasmara mengatakan bakal kooperatif jika ada panggilan lagi oleh kepolisian secara resmi.


Tamara Tyasmara Sudah 2 Tahun Pacaran dengan Yudha Arfandi Tersangka Pembunuh Dante

41 hari lalu

Tamara Tyasmara didampingi tim kuasa hukumnya datang ke Gedung SDM Polri pada Kamis, 15 Februari 2024 untuk menjalani pemeriksaan psikologis. TEMPO/Desty Luthfiani.
Tamara Tyasmara Sudah 2 Tahun Pacaran dengan Yudha Arfandi Tersangka Pembunuh Dante

Tamara Tyasmara mengaku berpacaran dengan Yudha Arfandi sejak 2022.


Catat Daftar Rumah Sakit untuk Caleg Stres Gagal di Pileg 2024, RSKD Duren Sawit Sediakan Layanan Psikologi

44 hari lalu

RSKD Duren Sawit. Foto : X
Catat Daftar Rumah Sakit untuk Caleg Stres Gagal di Pileg 2024, RSKD Duren Sawit Sediakan Layanan Psikologi

Rumah sakit mana saja yang menyediakan jasa layanan khusus untuk para caleg stres akibat gagal dalam Pileg 2024?


Polisi Bakal Periksa Psikologi Angger Dimas di Kasus Kematian Dante Hari Ini

44 hari lalu

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi (kanan) danDireskrimum Kombes Pol Wira Satya (kiri) menyampaikan keterangan saat rilis kasus pembunuhan Dante anak dari artis Tamara Tyasmara di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 12 Februari 2024. Wira menjelaskan alasan tersangka membenamkan kepala korban ke dalam air adalah untuk berlatih pernapasan agar Dante lebih kuat, tidak terlalu panik dan tidak takut air. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Polisi Bakal Periksa Psikologi Angger Dimas di Kasus Kematian Dante Hari Ini

Penyidik Polda Metro Jaya bersama ahli psikologi forensik akan memeriksa psikologi ayah Dante, Angger Dimas hari ini.


PBB Prihatin pada Mental Anak-anak di Gaza yang Trauma

48 hari lalu

Anak-anak Palestina menunggu untuk menerima makanan yang dimasak oleh dapur amal di tengah kekurangan pasokan makanan, saat konflik antara Israel dan Hamas berlanjut, di Rafah, di selatan Jalur Gaza, 5 Februari 2024. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa
PBB Prihatin pada Mental Anak-anak di Gaza yang Trauma

PBB berharap ada dukungan psikologi besar-besaran untuk anak-anak yang mengalami trauma di Gaza, Tepi Barat dan Israel


Percaya Diri Berlebih Bisa karena Efek Dunning-Kruger, Apakah itu?

19 Januari 2024

ilustrasi percaya diri (pixabay.com)
Percaya Diri Berlebih Bisa karena Efek Dunning-Kruger, Apakah itu?

Apa itu Dunning-Kruger effect kaitannya dengan percaya diri berlebih?