Ibu Lucky Hakim Meninggal karena Kanker Paru, Penyakit Sulit Dideteksi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lucky Hakim. TEMPO/Ryan Maulana

    Lucky Hakim. TEMPO/Ryan Maulana

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibu Lucky Hakim, Eny Firdaus Bawazier, meninggal karena kanker paru pada Sabtu, 17 Juni 2017. Lucky Hakim mengatakan ibunya mengembuskan napas terakhir pukul 18.30 WIB di Rumah sakit Kanker Dharmais, Jakarta Barat.

    Lucky Hakim mengatakan kanker yang diidap Eny Firdaus Bawazier sudah menyebar ke bagian tubuh lain hingga tim medis menyerah menanganinya. Sebelum dibawa ke Rumah Sakit Dharmais, Eny Firdaus menjalani perawatan di Malaysia selama 6 bulan.

    Spesialis kanker paru, Dr. Sita Laksmi PhD, SpP(K), mengatakan kanker paru merupakan salah satu penyakit yang sulit dideteksi. "Sebab di dalam paru-paru tidak ada saraf yang memberitahu ada rasa nyeri," ujar Sita. Baca: Tinggal di Desa Turunkan Risiko Kematian Akibat Kanker

    Karena itu, menurut dia, sebanyak 90 persen kanker paru baru terdeteksi ketika pasien memasuki stadium 4. Angka penderita kanker paru-paru juga tak sebanyak kanker payudara yang umum dialami wanita dan kanker prostat yang rentan menyerang pria.

    Rasa nyeri baru timbul ketika kanker tersebut telah menyerang bagian dada, atau jika tumor berada di sentral paru-paru dan menimbulkan gejala seperti sesak napas dan batuk. Meski sulit didiagnosa, Sita menganjurkan untuk rutin memeriksakan diri minimal setahun sekali, terutama bagi mereka yang berisiko. Baca juga: 12 Hal Pemicu Kanker, dari Penyegar Udara sampai Pasta Gigi

    Mereka yang berisiko, Sita melanjutkan, adalah laki-laki dan perempuan berusia di atas 40 tahun dan perokok aktif. "Atau mereka yang memiliki riwayat penyakit respirasi yang tidak kunjung sembuh," kata. Penyakit respirasi seperti fibrosis paru rentan berkembang menjadi kanker paru.

    Para perokok aktif berisiko mengalami kanker paru hingga 13,6 kali dibandingkan mereka yang tidak merokok. Para perokok pasif juga berisiko empat kali lipat mengalami kanker paru. Dan third hand smokers atau mereka yang mengisap partikel asap rokok di dalam ruangan bekas perokok juga berisiko terkena kanker paru. Artikel lainnya: Dua Kanker Ini Paling Banyak Mengancam Wanita

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.