Jam Sekolah Sebaiknya Tak Terlalu Lama, Alasannya?

Reporter

Editor

Susandijani

Ilustrasi anak siap masuk sekolah dasar. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengatakan jam sekolah sebaiknya tidak terlalu lama agar anak punya waktu cukup untuk berkumpul dengan keluarganya.

Hal itu diungapkannya saat menanggapi sistem sekolah delapan jam sehari di Jakarta, Kamis.

"Saya rasa delapan jam sudah terlalu lama untuk anak-anak, kami meminta anak-anak agar tidak terlalu lama di sekolah sehingga mereka bisa berkumpul bersama keluarga mereka," kata Yohana.

Menurut dia, waktu anak bersama keluarga sangat penting, karena keluarga adalah lembaga utama pembentuk karakter anak.

Dia mengatakan KemePPPA telah merekomendasikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar waktu anak belajar di sekolah tidak lebih dari lima jam.

"Kalau terlalu banyak jam belajar di sekolah itu sudah melanggar hak anak, seperti hak bermain," kata dia.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menerapkan sistem delapan jam belajar dengan lima hari sekolah dalam sepekan yang akan dimulai pada tahun ajaran 2017/2018.

Sekolah delapan jam itu bukan hanya di kelas selama delapan jam, siswa dapat belajar apa saja di luar sekolah. 

Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) lebih diutamakan pengembangan karakter peserta didik terutama pada tingkat dasar dan menengah, dimana porsi pendidikan karakter sebesar 70 persen sementara akademik 30 persen, dengan menitik beratkan lima nilai utama yaitu religius, nasionalis, gotong royong, mandiri dan integritas.

Sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan guru menjadi faktor penting dalam penerapan PPK di sekolah, guru tidak hanya menjadi instruktur atau pengajar tetapi juga penghubung sumber-sumber belajar.

Penerapan delapan jam belajar dalam sehari ini duwujudkan dalam kegiatan intrakulikuler, kokulikuler dan ekstrakulikuler.

Kegiatan kokulikuler meliputi kegiatan pengayaan mata pelajaran, kegitan ilmiah, pembimbingan seni dan budaya atau bentuk kegiatan lain untuk penguatan karakter peserta didik.

Sedangkan kegiatan ekstrakulikuler termasuk kegiatan krida, karya ilmiah, olah bakat dan keagamaan.

Penerapan sistem ini akan dilakukan secara bertahap disesuakan dengan kapasitas sekolah.

ANTARA

Baca juga:
Lebaran: 3 Rahasia Agar Anak Mau Diajak Silaturahmi
Ajak Anak Liburan ke Toko Buku Agar Senang Membaca
Gizi Buruk pada Si Kecil, IQ Rendah Mengintai






Yandri Susanto Menentang Upaya Penghapusan Madrasah dari RUU Sindiknas

16 hari lalu

Yandri Susanto Menentang Upaya Penghapusan Madrasah dari RUU Sindiknas

Madrasah sudah ada sebelum Indonesia merdeka, dan berjasa besar dalam perjuangan bangsa dan negara.


Cara Tepat dan Cepat Dapatkan Beasiswa dari Dalam dan Luar Negeri

13 Juli 2022

Cara Tepat dan Cepat Dapatkan Beasiswa dari Dalam dan Luar Negeri

Beberadaan beasiswa penting bagi mereka yang ingin dan sedang menempuh studi, sehingga persaingan mendapatkan beasiswa pun ketat. Bagaimana tipsnya?


Apakah Homeschooling Mendapatkan Ijazah yang Diakui Sistem Pendidikan Nasional?

27 Juni 2022

Apakah Homeschooling Mendapatkan Ijazah yang Diakui Sistem Pendidikan Nasional?

Homeschooling merupakan alternatif metode yang banyak dipilih sebagian orang. Lantas, apakah homeschooling mendapatkan ijazah?


Bahas Polemik RUU Sisdiknas, Komisi X DPR akan Panggil Nadiem Pekan Depan

30 Maret 2022

Bahas Polemik RUU Sisdiknas, Komisi X DPR akan Panggil Nadiem Pekan Depan

Komisi X DPR yang membidangi pendidikan akan memanggil Menteri Nadiem soal polemik RUU Sisdiknas.


Soal Madrasah Hilang dalam Draf RUU Sisdiknas, Ini Penjelasan Kemendikbudristek

29 Maret 2022

Soal Madrasah Hilang dalam Draf RUU Sisdiknas, Ini Penjelasan Kemendikbudristek

Kemendikbudristek menyatakan Madrasah tak dihilangkan dalam draf RUU Sisdiknas


RUU Sisdiknas Disebut Memuat Nilai-Nilai Budaya

16 Maret 2022

RUU Sisdiknas Disebut Memuat Nilai-Nilai Budaya

RUU Sisdiknas membawa sejumlah perubahan guna mengikuti perkembangan zaman, salah satunya nilai budaya yang juga mengakomodasi keberagaman antardaerah


PGRI Akui Diundang Uji Publik RUU Sisdiknas, Tapi Hanya 5 Menit

14 Maret 2022

PGRI Akui Diundang Uji Publik RUU Sisdiknas, Tapi Hanya 5 Menit

PGRI menyatakan hanya diberi kesempatan berbicara 5 menit dalam uji publik RUU Sisdiknas.


P2G Khawatirkan RUU Sisdiknas Picu Praktik Bisnis Ujian

14 Maret 2022

P2G Khawatirkan RUU Sisdiknas Picu Praktik Bisnis Ujian

P2G mengkhawatirkan RUU Sisdiknas menimbulkan praktik bisnis ujian setelah munculnya lembaga mandiri dalam evaluasi terhadap siswa.


P2G Minta Naskah Akademik RUU Sisdiknas Lebih Ilmiah dan Komprehensif

14 Maret 2022

P2G Minta Naskah Akademik RUU Sisdiknas Lebih Ilmiah dan Komprehensif

P2G menilai naskah akademik RUU Sisdiknas kurang ilmiah karena hanya berdasarkan satu kajian saja.


Didorong Masuk Prolegnas Prioritas 2022, Pemerintah Mulai Bahas RUU Sisdiknas

16 Februari 2022

Didorong Masuk Prolegnas Prioritas 2022, Pemerintah Mulai Bahas RUU Sisdiknas

Pemerintah tengah menyiapkan draf Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) Saat ini RUU tersebut dibahas antar lembaga.