Lebaran, Simak 4 Cara Memilih Parsel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pedagang parsel merapikan barang dagangannya di salah satu pusat penjualan parsel, Cikini, Jakarta, Senin (29/7). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Seorang pedagang parsel merapikan barang dagangannya di salah satu pusat penjualan parsel, Cikini, Jakarta, Senin (29/7). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran kian dekat. Salah satu kebiasaan yang dilakukan menjelang Lebaran ialah mengirim parsel untuk keluarga, kolega, dan teman dekat. Baca: Tips Membeli Parcel ala Fahira Idris

    Sebelum membeli dan mengirimkan parsel, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Berikut ini rinciannya:

    1. Isi parsel
    Carilah isi parsel yang sesuai keinginan atau kebutuhan penerimanya. Jika penerima parsel dianggap lebih membutuhkan bahan pokok ketimbang perabot rumah tangga, maka berilah yang dia perlukan. Apabila si penerima parsel suka makan buah, maka dapat dikirimkan parsel berisi buah-buahan atau jus yang lebih tahan lama.

    2. Perhatikan produk dan kemasannya
    Selain melihat isi dan bagaimana penataan parsel yang cantik, perhatikan juga produk dan kemasannya. Pilih produk yang jauh dari tanggal kedaluwarsa dan kemasannya masih dalam kondisi bagus.

    ADVERTISEMENT

    3. Barang halal dan aman
    Jika memberikan parsel berisi makanan atau minuman kemasan, perhatikan apakah makanan atau minuman itu halal dan mengantongi izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM.

    4. Sesuaikan dengan anggaran
    Memberikan bingkisan atau parsel kepada keluarga, kolega, dan teman memang baik. Namun jangan sampai melebihi batas kemampuan ekonomi Anda, apalagi sampai terpaksa berutang.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Tren Bingkisan Lebaran Tanda Silaturahmi
    Kurangi Gula Agar Kue Manis Aman Dikonsumsi Anak
    Tip Meninggalkan Rumah dengan Aman Saat Mudik Lebaran


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.