Mengapa Harus Menyimpan Sel Punca ke Bank Darah? Simak Manfaatnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi peneliti di laboratorium. Shutterstock

    Ilustrasi peneliti di laboratorium. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta -Tidak banyak masyarakat yang mengetahui bahwa sel punca atau sel dalam darah tali pusat memiliki berbagi kegunaan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Tak heran bila banyak ibu yang justru membuang sel punca bersamaan dengan plasenta dan tali pusat usai melahirkan.

    Saat kehamilan, tali pusat berfungsi sebagai saluran kehidupan antara sang ibu dan anak. Darah yang ada di dalam tali pusat tersebut ternyata memiliki sumber yang kaya akan sel punca haematopoietik, sumber yang ternyata mampu membantu terapi penyembuhan beberapa penyakit. (Baca : Diet Keto Bikin Berat Badan Turun Drastis, Amankah?)

    Cordlife sebagai bank darah tali pusat terus melakukan berbagai edukasi mengenai terapi dan perkembangan teknologi sel punca terkini di dunia.

    Li, MingMing, Direktur Laboratorium Cordlife Group Limited menuturkan bahwa pihaknya telah merilis sel punca bagi klien melalui bank darah tali pusat, serta melakukan berbagai percobaan klinis sel punca di Singapura dengan mengola dan mengaplikasikannya secara medis melalui dokter ahli.

    ADVERTISEMENT

    “Melihat perkembangan terapi dan teknologi sel punca di Indonesia, kami melihat adanya peluang yang lebih besar untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti Leukimia, Serebal Palsi, Orthopaedi, dan lainnya,” ujarnya dalam siaran pers Rabu 14 Juni 2017.

    Pihaknya mengajak agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya menyimpan darah dan membran tali pusat sejak dini, yang dapat menjadi investasi pengobatan bagi keluarga.

    BISNIS

    Baca juga :
    Pernah Coba Pil Kontrasepsi Kombinasi? Ini Kelebihannya
    Tinggal di Desa Turunkan Risiko Kematian Akibat Kanker

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.