Lebaran: 3 Rahasia Agar Anak Mau Diajak Silaturahmi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi seragam baju lebaran. modelmuslim.com

    Ilustrasi seragam baju lebaran. modelmuslim.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Lebaran identik dengan ajang silaturahmi. Bagi anak, ajang silaturahmi ini tak selamanya menyenangkan. Tugas orang tua untuk membuat mood anak terjaga dengan baik.

    Menurut psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo, yang paling penting untuk mengajak anak ke luar rumah adalah rangkaian persiapan sebelum terjadi drama anak rewel saat masih enak berbincang dengan saudara. Hal ini terutama berlaku untuk anak balita.

    Agar mood anak terjaga sepanjang acara berkunjung kepada keluarga maupun kerabat dalam momen lebaran. Simak tip berikut:

    Pertama, kenali bagaimana karakter anak. Apakah dia akan mudah rewel jika terlalu lama sehingga orang tua dapat membatasi lamanya kunjungan.

    “Siapkan amunisi, terutama ketika Anda yang bertandang ke rumah orang lain. Amunisi ini berupa mainan kesukaan anak yang dapat dikeluarkan ketika anak terlihat mulai bosan dan bisa juga berupa makanan ringan favorit anak jika ternyata di sana tidak ada makanan yang sesuai dengan selera anak,” kata Vera.

    Kedua,  bahas situasinya sedetil mungkin. Sebutkan siapa saja yang akan ditemui anak, di ruangan mana mereka akan berada, sampai apakah ada anak lain atau tidak. Hal ini bertujuan agar anak mendapatkan gambaran tentang apa yang akan dialaminya.

    Ketiga, tidak perlu memaksa anak untuk langsung berbaur dengan saudara. Bertemu dengan orang baru atau dengan orang yang sudah lama tak bertemu, membuat anak merasakan jarak sehingga dia berperilaku menarik diri. Yang sering terjadi, anak menolak untuk bersalaman. Sementara di sisi lain, orang tua memaksanya. Sebenarnya tidak mau salaman bukan artinya anak tidak menghormati atau semacamnya.

    “Hal ini semata karena dia belum nyaman dengan orang yang dia temui. Pahami ini dan hindari memaksa anak. Anda dapat berikan pilihan pada anak. Ya sudah, tos atau hi-five saja kalau tidak mau salaman. Atau katakan, ya sudah, belum mau salaman sekarang ya, tapi nanti pulangnya mau ya,” jelasnya.

    BISNIS

    Berita lainnya:
    Lebaran: Menteri Rini Lebih Memilih Tak Mudik, Alasannya?
    Masih Lapar? Coba Resep Pastel Daging Pedas Ini
    Barli Asmara: Baju Lebaran Tak Harus Glamor


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.