Perlukan Suplemen Makanan saat Puasa? Simak Kata Ahlinya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi suplemen/vitamin. Shutterstock

    Ilustrasi suplemen/vitamin. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Kandungan dalam suplemen makanan seharusnya meliputi vitamin, mineral, enzim, asam amino, hormon, herbal, antioksidan dan probiotik. Banyak orang beranggapan bahwa asupan suplemen makanan berfungsi menggantikan energi tubuh yang hilang akibat beraktivitas. Lalu, apakah suplemen makanan perlu dikonsumsi saat berpuasa?

    Kandungan gizi dalam suplemen makanan sebenarnya dapat diperoleh dari konsumsi makanan yang lengkap dan seimbang. Namun, tak sedikit masyarakat yang memilih menggunakan suplemen makanan salah satunya dengan minuman berenergi untuk menambah energi.

    Ahli gizi dari RS. MRCCC Siloam, Samuel Oetoro menjelaskan, konsumsi minuman berenergi bukan berarti menambah energi, mengingat energi itu diperoleh dari karbohidrat dan lemak. Karena itu untuk menghasilkan performa yang kuat dan energi yang bagus, suplai energi didapat dari melakukan latihan otot  dan olahraga secara teratur.

    "Energi diperoleh dari cadangan gula yang ada di dalam darah, otot, dan hati. Jika proses metabolisme penyediaan energinya berjalan secara tepat, terlatih, dan cadangan energinya banyak, maka kondisi tersebut dapat dicapai melalui sejumlah latihan dan berolahraga," ujarnya seperti tertulis dalam siaran pers.

    ADVERTISEMENT

    Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa konsumsi minuman berenergi hampir sama dengan konsumsi kopi. Karena dalam kedua jenis minuman tersebut ada kafein yang berfungsi sebagai stimulan atau merangsang, sehingga efeknya menjadi lebih waspada, dan merasa menjadi lebih kuat.

    Sementara itu, Sunarti Sandi selaku Komite Profesi Kesehatan RS Islam Jakarta Cempaka Putih menyarankan agar penggunaan suplemen makanan boleh diberikan dengan satu kondisi. Artinya praktisi kesehatan harus melihat kontra indikasi terhadap penggunaan suplemen makanan bagi asupan pasiennya.

    “Setiap penggunaan food supplement harus disesuaikan dengan indikasi dan dosis yang tertera dalam kemasan.  Sebaiknya hal tersebut dikonsultasikan kepada dokter, bila Anda diberikan terapi pengobatan, selagi Anda mengkonsumsi food supplement,” ujarnya.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Limun Segar, Hanya 1 Menit Saja Siap Melengkapi Buka Puasa
    Sehatnya Menu Real Kurma, Real Taste di Jamba Juice
    Minumlah Kopi di Waktu yang Tepat, Kapankah Itu?

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Ganda Putri Indonesia Masuk Semifinal Olimpiade Pertama dalam Sejarah

    Pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, lolos ke semifinal badminton di Olimpiade 2020. Prestasi itu jadi tonggak olahraga Indonesia.