Nilai Biasa Saja, Tapi Hidupnya Lebih Sukses, Apa Sebabnya?

Reporter

Ilustrasi karier dan kesuksesan. Shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Anak yang nilainya biasa saja cenderung sukses dengan luar biasa. Namun orang yang lulus dari perguruan tinggi dengan nilai tinggi hanya mampu mendapatkan pekerjaan profesional yang baik namun tidak membuat kejutan. Mengapa?

Erick Barker dalam buku Barking Up the Wrong Tree, mengatakan bahwa para high performer ini tidak lantas mampu mengubah, menjalankan, atau mengesankan dunia. Para siswa bernilai tinggi pada umumnya sukses, namun sedikit yang terus meraih kesuksesan luar biasa.

Namun, anak - anak yang kesulitan atau bahkan tidak terlalu menikmati pendidikan formal lebih cenderung sukses dengan luar biasa. Faktanya, sebuah penelitian terhadap 700 jutawan di Amerika menemukan bahwa IPK rata - rata mereka hanya 2,9.

Menurut Barker, ada dua alasan potensial untuk fenomena ini:

1. "Sekolah memberi penghargaan kepada siswa yang secara konsisten melakukan apa yang mereka katakan".

Karen Arnold, peneliti Universitas Boston, mengatakan kepada Barker: "Intinya, kami menghargai kesesuaian dan kemauan untuk mengikuti sistem ini."

Dengan kata lain, para valedictorian menemukan apa yang diinginkan guru dan menyampaikannya secara konsisten. Tetapi jika Anda memikirkan pemikir dan pemimpin dunia yang paling berpengaruh, sebagian besarnya menghasilkan solusi out-of-the-box untuk beberapa masalah politik atau ilmiah.

Ketika dia mengunjungi kantor Business Insider pada bulan Mei, Barker menjelaskan: "Di sekolah, peraturan sangat jelas. Dalam kehidupan, peraturan tidak begitu jelas, jadi sejumlah peraturan yang tidak sesuai akan menguntungkan bila Anda keluar dari tempat tertutup seperti sistem seperti pendidikan.

2. Sekolah menghargai para generalis dan dunia nyata menghargai gairah dan keahlian.

Barker menjelaskan bahwa, bahkan jika Anda terpesona oleh sejarah di sekolah menengah atas, Anda tidak dapat menghabiskan banyak waktu untuk mempelajarinya. Pada titik tertentu, Anda harus berhenti dan pindah ke pelajaran matematika.

Tapi begitu Anda berada di dunia kerja, Anda harus unggul dalam domain tertentu - dan pengetahuan atau keterampilan lainnya tidak akan terlalu penting.

Dan inilah yang benar-benar mengejutkan: Arnold menemukan bahwa siswa intelektual yang benar-benar menikmati belajar cenderung berjuang di sekolah menengah. Mereka menemukan sistem pendidikan "mencekik" karena tidak memungkinkan mereka untuk mengejar gairah hidup mereka secara mendalam.

Barker menyimpulkan semua penelitian dengan baik dalam wawancara dengan Business Insider: "Valedictorians sering kali menjadi orang - orang yang mendukung sistem - mereka menjadi bagian dari sistem - namun mereka tidak mengubah sistem atau menggulingkan sistem.

"Tentu saja ini tidak berarti menjadi yang terbaik di kelas berarti Anda tidak akan pernah berhasil meraih kesuksesan besar.

Tapi Anda harus ingat bahwa bermain aman di bawah peraturan tidak akan membuat Anda tampil memukau seperti dulu. Mengambil risiko dan melawan--jika Anda mau--lebih sulit dilakukan, tapi itu akan membuat Anda merasa lebih baik lagi.

TABLOIDBINTANG

Berita lainnya:
5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Memilih Universitas
Gagal di SBMPTN 2017? Simak 7 Cara Ampuh Berburu PTS7
Fakta Negatif Bekerja di Malam Hari






Pencapaian Bekerja Keras dan Uang Apakah Pasti Kebahagiaan?

16 jam lalu

Pencapaian Bekerja Keras dan Uang Apakah Pasti Kebahagiaan?

Arrival fallacy sebutan dalam Bahasa Inggris untuk menggambarkan tujuan yang tercapai setelah bekerja keras tak ada rasa bahagia


Bagi Charlize Theron Menjadi Ibu Lebih Penting daripada Ketenaran

6 hari lalu

Bagi Charlize Theron Menjadi Ibu Lebih Penting daripada Ketenaran

Charlize Theron merasa lebih tertantang membuat roti panggang seenak buatan tetangganya


Cerita Brooke Shields Mendirikan Perusahaan di Usia 57 dan Mematahkan Stigma Penuaan

8 hari lalu

Cerita Brooke Shields Mendirikan Perusahaan di Usia 57 dan Mematahkan Stigma Penuaan

Brooke Shields juga ingin mengubah status quo di ruang kecantikan, terutama jika menyangkut terminologi seputar penuaan


Gisele Bundchen Ingin Tom Brady Ikut Andil Mengasuh Anak-anaknya

15 hari lalu

Gisele Bundchen Ingin Tom Brady Ikut Andil Mengasuh Anak-anaknya

Rumor keretakan rumah tangga antara Tom Brady dan Gisele Bundchen meningkat bulan lalu


Kiat Berkarier di Bidang IT dari CEO SEMIVA

21 hari lalu

Kiat Berkarier di Bidang IT dari CEO SEMIVA

Simak tips dari CEO SEMIVA untuk berkarier di bidang IT.


Unpad Gelar Virtual Job Fair 2022 Hadirkan Bursa Kerja Hingga Beasiswa

23 hari lalu

Unpad Gelar Virtual Job Fair 2022 Hadirkan Bursa Kerja Hingga Beasiswa

Kegiatan bursa kerja virtual itu merupakan kerja sama Pusat Pengembangan Karier Unpad dengan Jobs.id.


Avril Lavigne Raih Hollywood Walk of Fame Tampil Kasual Glam Pakai Hoodie

25 hari lalu

Avril Lavigne Raih Hollywood Walk of Fame Tampil Kasual Glam Pakai Hoodie

Avril Lavigne memakai hoodie Skateboarding is not a crime, seperti di kaus yang dia pakai 16 tahun yang lalu


5 Alasan Mengapa Orang Memerlukan Jeda Karier?

26 hari lalu

5 Alasan Mengapa Orang Memerlukan Jeda Karier?

Jeda karier atau career break periode waktu istirahat untuk alasan keluarga atau pengembangan pribadi


Jeda Karier Bisa Menjadi Pilihan Jika Terlalu Lelah Bekerja

26 hari lalu

Jeda Karier Bisa Menjadi Pilihan Jika Terlalu Lelah Bekerja

Jeda karier biasanya antara satu bulan hingga dua tahun, beberapa orang mulai berkomitmen untuk istirahat lebih pendek mencoba kegiatan baru


Industrial Robotic Design, Jurusan Milenial dengan Karier Menjanjikan

30 hari lalu

Industrial Robotic Design, Jurusan Milenial dengan Karier Menjanjikan

Apa itu jurusan Industrial Robotic Design atau Desain Robotika Industri? Bagaimana prospek kariernya?