Co-Parenting, Bekerja Sama Merawat Anak Bersama Mantan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Miranda Kerr dan Orlando Bloom saat berjalan-jalan bersama putra mereka Flynn awal Oktober lalu. Foto ini diambil sebelum mereka mengumumkan perpisahannya. Dailymail.co.uk

    Miranda Kerr dan Orlando Bloom saat berjalan-jalan bersama putra mereka Flynn awal Oktober lalu. Foto ini diambil sebelum mereka mengumumkan perpisahannya. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika sepasang suami-istri bercerai, anak tetap menjadi tanggung jawab keduanya. Tidak bisa anak hanya menjadi tanggung jawab ibunya saja hanya karena hak asuh anak ada pada ibunya. Begitu pula sebaliknya.

    Ketika perceraian tak terhindarkan, mantan suami istri tetap berkewajiban memenuhi hak anak untuk mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya. Caranya, dengan melakukan co parenting atau mengasuh anak bersama-sama. Dalam co parenting, kedua belah pihak terlibat dalam pengasuhan anak dengan porsi seimbang. Tidak ada yang lebih dominan.

    Baca juga : Cita-cita Julia Perez yang Tertunda, Bangun Musala dan Kuliah S2

    Bahwa bagian tersulit dari menerapkan co parenting adalah berhubungan dan bekerja sama lagi dengan mantan pasangan. Apalagi jika Anda pernah mengalami kenangan buruk bersama mantan. Namun, banyak orang termasuk kaum selebritas berhasil menerapkan co parenting.

    ADVERTISEMENT

    Misalnya, Reese Witherspoon dan Ryan Phillipe. Keduanya bercerai sejak 2006. Meski demikian, Reese dan Ryan kompak merawat kedua buah hati mereka, Ava dan Deacon, termasuk menggelar liburan bersama tiap tahun.

    “Orang tua yang bercerai itu seperti orang tua lain pada umumnya. Anda tidak boleh hanya memikirkan diri sendiri,” kata Ryan Phillipe menyarankan.

    Pun bintang Pirates of the Caribbean, Orlando Bloom dan Miranda Kerr. Setelah bercerai, keduanya memutuskan tinggal berdekatan demi si buah hati, Flynn. Mereka membeli rumah di Malibu yang berjarak hanya lima menit.

    “(Tetap) menjadi keluarga adalah yang terbaik buat Flynn. Kehidupan kami sekarang hanya seputar putra kami dan kebahagiaannya,” ujar Miranda Kerr.

    Peneliti, penulis, dan psikolog klinis di bidang perceraian serta hak asuh anak yang bebasis di New York, AS, Richard A. Warshak membuka fakta, “Kami mempunyai lebih dari 50 penelitian tentang hak asuh bersama menggunakan metode berbeda dan diterapkan baik di keluarga Amerika maupun negara-negara lain di dunia. Hasilnya, anak-anak yang menghabiskan waktu setidaknya 35 persen bersama masing-masing orang tua, alih-alih tinggal bersama salah satu orang tuanya secara dominan, cenderung berhasil membangun hubungan lebih baik dengan kedua orangtuanya.”

    Imbasnya, kata Richard, mereka lebih berprestasi secara akademis, pandai bersosialisasi, dan baik secara psikis.

    Anak-anak yang mendapat perhatian berimbang dari kedua orang tua meski telah bercerai, lebih kecil kemungkinannya terlibat pergaulan tidak sehat, merokok, atau minum alkohol. Mereka juga tidak mengalami gangguan psikis seperti gangguan kecemasan, depresi, maupun stres.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Dua Kanker Ini Paling Banyak Mengancam Wanita 
    Kehilangan Momen Tumbuh Kembang Anak, Begini Kata Andi Murray


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?