Psikolog : 7 Alasan Mengapa Seseorang Berselingkuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi selingkuh. Shutterstock

    Ilustrasi selingkuh. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelakor atau perebut suami orang menjadi momok tersendiri bagi wanita yang sudah berumah tangga. Kebanyakan wanita biasanya mencurigai teman kerja pasangan sebagai pihak yang paling mungkin menjadi pelakor. Maklum saja, sebagian besar waktu suami banyak dihabiskan di tempat kerja setiap harinya.

    Demi mencegah sesuatu yang buruk terjadi dalam rumah tangganya, beberapa wanita memilih membatasi pasangannya untuk berhubungan terlalu dekat dengan lawan jenis di tempat kerja.

    Terhadap kekhawatiran yang dirasakan banyak wanita tersebut, psikolog Anna Surti Ariani yang banyak menangani masalah pernikahan dan pranikah, menyampaikan pandangannya. Berdasarkan pengalamannya menangani klien korban perselingkuhan, wanita selingkuhan biasanya memang rekan kerja suami.

    "Namun pada dasarnya kenapa seseorang bisa selingkuh dengan yang lain, sih antara lain karena kesempatannya ada," kata psikolog Anna Surti Ariani. Jadi kemungkinannya bisa siapa saja, asalkan kesempatannya ada.

    Perihal mengapa seseorang bisa berselingkuh, Anna Surti Ariani mengutip buku yang ditulis psikolog Adriana Ginanjar berikut ini.

    - Alasan kebutuhan seks yang kurang terpenuhi.
    - Alasan ego, merasa kurang dihargai oleh istri.
    - Alasan jarak, misalnya tinggal jauh dari istrinya karena urusan pekerjaan.
    - Senang punya pengagum.
    - Membutuhkan perhatian.
    - Rasa aman, walau biasanya ini motif dari pihak wanita.
    - Balas dendam.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Puasa, Berkumurlah 2 Kali Setiap Hari, Cek Penjelasannya
    Hidung Pesek, Salah Satu Ciri Si Kecil Kurang Hormon Tiroid
    Sup Ayam Madu, Hangat dan Praktis untuk Buka dan Sahur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.