Puasa, Berkumurlah 2 Kali Setiap Hari, Cek Penjelasannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita menggunakan obat kumur. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita menggunakan obat kumur. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta -  Selama puasa, rongga mulut kita lebih rentan terhadap bakteri. Hal ini disebabkan berkurangnya jumlah air liur. Selama berpuasa kita harus tetap menjaga kebersihan mulut dan tenggorokan. Diantaranya dengan berkumur.

    Menurut edukator dan trainer dari Mundupharma, Merry Sulastri, salah satu cara untuk menjaga kebersihan mulut dan tenggorokan dengan berkumur.

    Sebuah riset dari dermatologis yang dirilis pada 2002 menyebut, melakukan gargle atau berkumur selama 30 detik menggunakan cairan antiseptik Povidone-Iodine dapat menjaga flora normal daerah rongga mulut dan tenggorokan. “Saya merekomendasikan Anda berkumur setidaknya 2 kali sehari yakni setelah makan sahur dan sebelum tidur,” ujar Merry.

    “Berkurangnya jumlah air liur itu karena asupan cairan ke dalam tubuh selama puasa berkurang secara dramatis. Padahal lapisan air liur itu sedianya dipakai untuk melawan bakteri," ujar dokter spesialis THT Syahrial M. Hutahuruk dalam talk show  di Jakarta, Kamis, 8 Juni 2017. Karenanya selama puasa, kita mesti lebih cermat dalam mengkonsumsi makanan demi menjaga kondisi flora bakteri baik yang normal terdapat di dalam mulut.

    ADVERTISEMENT

    Syahrial kemudian membagikan 5 langkah mudah untuk menjaga kesehatan mulut sekaligus menghindari gangguan tenggorokan yakni:
    1. Mengkonsumsi cukup air putih.
    2. Mengurangi makanan berminyak, berlemak, dan tinggi kadar gula.
    3. Mengasup pola makanan dengan gizi berimbang.
    4. Berhenti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol
    5. Memastikan kebersihan mulut selalu terjaga.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Timing Bau Mulut Paling Menyengat Saat Puasa 
    Menggosok Gigi Hanya Efektif buat Seperempat Rongga Mulut
    Alasan Pentingnya Minum Susu di Setiap Tahap Kehidupan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.