Kawan Imajiner Si Kecil, Baik atau Buruk? Pahami 5 Faktanya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak bermain sendiri. Pexels.com

    Ilustrasi anak bermain sendiri. Pexels.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Tentu pernah melihat dan mendengar anak berbicara dengan dirinya sendiri. Tak perlu khawatir, menurut dunia psikologi anak, teman khayalan atau imajiner pada anak adalah hal yang wajar. Bahkan mempunyai dampak positif bagi anak.

    Teman imajiner dapat mengembangkan kemampuan sosial maupun kognitif anak. Laman Purewow memberikan 5 manfaat teman khayalan pada anak:

    Kosakata yang banyak
    Tentu kedengarannya tak masuk akal, jika anak berkata sedang berbicara dengan Sprinkles the Unicorn. Teman khayalan dapat meningkatkan perbendaharaan kosakata anak, meningkatkan kemampuan berbicara anak. Menurut para peneliti dari La Trobe University di Australia, “Anak-anak dengan teman khayalan dapat menggunakan kalimat yang lebih kompleks dan memiliki kosa kata yang lebih banyak daripada mereka yang tidak memiliki teman imajiner. Karena pada dasarnya semakin sering melakukukannya, akan semakin sering berkomunikasi walaupun imajiner."

    Merasa tidak sendiri
    Anak membutuhkan teman bermain. Karena tak selamanya orang tua mempunyai waktu atau energi untuk bermain dengan anak. Teman khayalan mampu mengisi kekosongan tersebut. Ia akan selalu ada kapan pun si kecil membutuhkannya.

    ADVERTISEMENT

    Kemampuan sosial yang lebih baik
    Meskipun teman khayalan tidak nyata, terdapat interaksi yang baik antara si kecil dan teman baiknya yang imajiner. Semakin sering anak bersosialisasi kemampuannya semakin terasah. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Child Psychology mendukung pernyataan ini, bahwa persahabatan imajiner membantu anak dalam menjalin hubungan nyata di kemudian hari. Anak dibiarkan melakukan diskusi dua arah, hal ini bisa membantunya lebih memahami emosi orang lain.

    Percaya diri
    Pengalaman anak dalam bermain dengan si khayalan, pura-pura anak sebagai bos dapat melatih anak membuat keputusan dan menjadi pemimpin.

    Lebih kreatif
    La Trobe University juga menemukan bahwa anak yang mempunyai teman khayalan sangat kreatif. Imajinasi anak berkembang dengan baik. Menurut psikolog perkembangan Marjorie Taylor kreativitas ini cenderung bertahan. "Imajinasi bukan hanya hal kecil yang Anda alami," ujar Taylor.

    DINA ANDRIANI

    Baca juga :
    Ingin Menjadi Ibu, Kristin Chenoweth Siap Adopsi Anak
    Ramadan : 11 Makanan Penangkal Letih dan Lesu
    Penelitian : Minuman Bersoda Tingkatkan Risiko Stroke 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.