Ssstt.. Ini 2 Kunci Agar Miss V Tetap Sehat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rahasia wanita. shutterstock.com

    Ilustrasi rahasia wanita. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Seiring dengan bertambahnya usia, kita kerap diingatkan untuk menjaga tubuh agar tetap sehat, begitu pula dengan vagina Anda. Setelah melahirkan dan memasuki masa menopause, kesehatan Miss V pun mulai dikesampingkan. Lantas, apa yang dapat Anda lakukan untuk menjaga vagina tetap sehat bahkan setelah melahirkan?

    Bintang reality show, Khloe Kardashian baru-baru ini mempublikasikan rutinitas hariannya untuk menjaga vagina tetap sehat, termasuk vajacial – pijat vagina. Tidak semua orang dapat melakukan rutinitas yang sama dengan Khloe Kardashian, termasuk Anda dan berikut cara mudah yang dapat dilakukan di rumah untuk menjaga Miss V Anda.

    Jangan dibasuh dengan sabun
    Sebenarnya, vagina dapat membersihkan dirinya sendiri. Di dalam mulut vagina terdapat bakteri baik bernama lactobacilli. Bakteri baik tersebut menghasilkan asam sehingga serangga apapun tidak tertarik untuk masuk apalagi berkembang biak di dalamnya.

    “Anda tidak perlu sering membasuh vulva atau area terluar dari vagina. Jika tidak teliti saat membasuhnya, kemungkinan urin dan feses akan masuk ke dalam dan menginfeksi bagian dalam vagina. Gunakan air hangat setidaknya satu kali sehari untuk menjaga vagina tetap sehat.” jelas pakar fisioterapi dari London, Inggris, Alison Bourne.

    Jika Anda masih merasa risih karena tidak membasuhnya dengan sabun, pilih sabun yang bebas dari wewangian. Anda pun tidak boleh tergiur dengan banyak sabun kewanitaan yang diberi label dapat menyeimbangkan pH area kewanitaan. Pastikan untuk membasuhnya dari arah depan (vagina) ke belakang (bokong).

    Jangan dicukur
    Sekitar 84 persen perempuan di dunia diketahui rutin mencukur bulu yang tumbuh disekitar vagina atau yang dikenal dengan nama pubic hair. Jika tidak teliti, vagina Anda dapat tergores dan mengalami inflamasi.

    Mengenai poin ini, Alison Bourne kembali menjelaskan, “Lebih baik digunting, namun tidak sampai habis ketimbang dicukur apalagi di wax. Dicukur atau wax merangsang pertumbuhan bulu baru yang jauh lebih tebal sehingga menyebabkan gatal. Saat gatal, banyak perempuan yang tidak sadar menggaruk vaginanya.

    Menggaruk, kata Alison Bourne, dapat menyebabkan luka atau lecet di vagina. "Bulu yang tumbuh di sekitar vagina juga berfungsi untuk menjaga kulit vagina tetap lembap sekaligus menjaga pelumas alami yang dihasilkan saat berhubungan seks," ujar Bourne.

    MIRROR UK | ESKANISA RAMADIANI

    Baca juga :
    Solusi Ahli Agar Poni Rambut Tak Menyebabkan Jerawat
    Langsing dan Kurus Tak Sama, Apa Bedanya? 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.