Social Jet Lag Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung, Apa Itu?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tidur telanjang. pulptastic.com

    Ilustrasi tidur telanjang. pulptastic.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang cenderung bangun lebih siang ketika akhir pekan. Padahal kebiasaan tersebut bisa membuat kita mengalami "social jet lag", yang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

    Periset Sierra B. Forbush dari Universitas Arizona di Amerika Serikat mengungkapkan hal tersebut. Penemuan menunjukkan bahwa setiap jam yang terjadi saat seseorang tidur atau bangun di akhir pekan dikaitkan dengan peningkatan 11 persen pada kemungkinan penyakit jantung.

    Social jet lag juga menyebabkan kesehatan menjadi lebih buruk serta mengakibatkan rasa kantuk dan lelah yang lebih cepat.

    “Hasil ini menunjukkan bahwa tidur yang teratur dan melebih durasi tidur berperan penting dalam kesehatan. Ini juga menunjukkan bahwa jadwal tidur yang teratur mungkin bisa menjadi pengobatan yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit jantung yang efektif, relatif sederhana, dan murah,” tutur Forbush, seperti yang dilansir News18.

    ADVERTISEMENT

    Menurut rekomendasi American Academy of Sleep Medicine, orang dewasa harus tidur tujuh jam atau lebih per malam secara teratur untuk meningkatkan kesehatan secara optimal.

    TABLOIDBNITANG

    Artikel lain:
    Puasa, Khasiatnya dari Langsing sampai Awet Muda 
    5 Trik Agar Mata Tetap Oke di Cuaca Panas
    Trik Agar Mi Instan Sehat Disantap 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.