Amazing Things Happen, Belajar Autisme dari Film

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Film Amazing Things Happen. youtube.com

    Film Amazing Things Happen. youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Film Amazing Things Happen menjelaskan autisme dengan cara yang lebih sederhana. Itulah tujuan animator Alex Amelines dari Inggris yang menciptakan film tersebut. Today Parent mengutip video tersebut sebagai alat yang efektif untuk belajar tentang gangguan spektrum autisme (ASD) karena menyajikan suasana yang menyenangkan dengan visual dan suara menarik bagi anak kecil.

    Narator Amazing Things Happen menjelaskan bagaimana setiap orang berbeda satu sama lain, baik di dalam maupun di luar. Ini juga mengenalkan gagasan bahwa perbedaan tidak dapat dilihat hanya dengan melihat penampilan.

    Film tersebut kemudian menjelaskan keunikan bagaimana orang melihat sesuatu dan bagaimana otak memproses informasi. Filmo ini mencoba untuk menjelaskan bagaimana otak seseorang dengan autisme bekerja. Mereka mengalami overload sensorik. Film tersebut kemudian beralih dari perspektif anak dengan autisme untuk lebih mengarahkan titik berapa banyak rangsangan yang mereka dapatkan dari lingkungan sekitar mereka.

    Amazing Things Happen menunjukkan bagaimana orang-orang dengan autisme mengelola kondisinya secara berbeda. "Orang dengan autisme tidak sakit atau cacat, mereka hanya memiliki pandangan unik tentang dunia," ujar narator, dikutip Huffington Post. "Dukungan dari teman,dapat membuat mereka berbagi pandangan tentang dunia dengan kita."

    Festival Film Azalea 2017 mengakui "Amazing Things Happen" sebagai Finalist of The Autism Uncut Film Competition 2017, dikutip Autism Awareness. Pembuat film ini mendorong orang tua dan guru untuk menonton video dengan penonton non-autistik agar masyarakat bisa lebih menerima oarang dengan autisme. Seperti dikutip Tempo dari laman Parentherald.

    DINA ANDRIANI

    Baca juga :
    Ingin Menjadi Ibu, Kristin Chenoweth Siap Adopsi Anak
    Ramadan : 11 Makanan Penangkal Letih dan Lesu
    Penelitian : Minuman Bersoda Tingkatkan Risiko Stroke


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.