Bentuk Tubuh jadi Tren Kecantikan Dunia, Bagaimana Merawatnya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Andre Penner

    AP/Andre Penner

    TEMPO.CO, Jakarta -Bagi perempuan, wajah menjadi aset penting yang dapat menunjang penampilan. Semakin bertambahnya usia, masalah kulit semakin bermunculan, seperti kerutan, garis-garis halus, dan kulit yang mengendur. Hal tersebut membuat perempuan mencari cara mengatasinya.

    Namun masyarakat dunia kini melihat bentuk tubuh menjadi prioritas dalam kecantikan. Hal ini dikemukakan oleh pakar kecantikan dan estetika Dr Olivia Ong setelah melakukan serangkaian pelatihan di beberapa negara selama 2017.

    “Kini, orang melihat body is the new face,” ujarnya saat ditemui di Jakarta Aesthetic Clinic, Selasa, 6 Juni 2017. Maka tak heran jika perawatan tubuh yang dikenal dengan istilah fat reduction, body shaping, atau body contouring semakin digemari. Metode penghancuran lemak dapat menggunakan dua acara, yaitu melalui pembedahan atau liposuction dan tanpa pembedahan dengan coolsculpting.

    Setelah bentuk tubuh, orang lalu akan memperbaiki kualitas kulit, mata, bentuk wajah, hidung, warna kulit, dan bibir. Untuk perawatan wajah, menurut Olivia Ong, produk botoks dan filler juga masih digemari. Hanya saja kini lebih mengutamakan hasil yang natural serta pengetahuan dokter yang melakukan filler agar lebih mendalami anatomi wajah, teknik injeksi, dan komplikasi lainnya.

    Selain kedua perawatan tersebut, perawatan yang akan tren adalah ultheraphy. Ultheraphy bertujuan untuk mengencangkan kulit kendur dengan menggunakan teknologi ultrasonic sehingga dapat merangsang produksi kolagen menjadi lebih banyak. Metode ini relatif lebih aman dibanding botoks atau filler.

    NIA PRATIWI

    Baca juga :
    Cara Baru Menghilangkan Lemak Tanpa Operasi
    Ramadan : 11 Makanan Penangkal Letih dan Lesu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru Nonton di Bioskop Pasca Covid-19

    Masyarakat dapat menikmati film di layar lebar dalam masa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.