Ramadan: Tren Belanja Daring, Produk Apa yang laku?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belanja online/libur hemat. Shutterstock

    Ilustrasi belanja online/libur hemat. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta -Berbagai promosi dilakukan para penjual, baik daring maupun toko-toko dan mal-mal besar sepanjang Ramadan, khususnya menjelang Idul Fitri. Persaingan untuk menjerat konsumen pun semakin ketat sehingga setiap pihak penjual perlu memiliki kiat sendiri, termasuk memberi promosi-promosi menarik.

    "Produk-produk yang diminati rata-rata adalah yang pendanaannya tidak diambil dari alokasi anggaran harian. Kami melihat konsumen benar-benar akan memanfaatkan promo istimewa di bulan Ramadan untuk mendapatkan produk-produk impiannya," ujar Inge Kosasih, Wakil Presiden Pemasaran ShopBack Indonesia, platform penyedia cashback belanja daring.

    Menurut Inge, untuk kebutuhan sehari-hari seperti bumbu dapur dan makanan beku, konsumen lebih memilih berbelanja langsung. Hanya 18,9 persen konsumen yang menyatakan akan membeli bumbu dapur dan 29,5 persen membeli produk makanan beku secara daring dengan memanfaatkan promo Ramadan.

    "Analisa kami, minat ini terkait dengan desakan kebutuhan serta masalah kepastian kualitas produk, khususnya untuk makanan beku sehingga mereka tidak menempatkan promosi untuk produk-produk makanan ini sebagai promosi favorit," tambah Inge.

    Untuk produk perjalanan, 59,20 persen konsumen lebih memilih melakukan pemesanan secara daring dibandingkan dengan pembelian langsung di biro perjalanan atau kantor maskapai penerbangan. Alasan utamanya adalah harga yang lebih murah bila memesan daring dan hal itu diakui oleh 58,4 persen responden yang disurvei ShopBack pada Mei 2017.

    Untuk produk perjalanan, tiket pesawat masih menjadi produk yang paling diminati berdasarkan pengakuan 57,4 persen responden. Tiket kereta api berada di urutan berikut dengan 53 persen suara dan kamar hotel 52,2 persen.

    Waktu menjelang berbuka puasa diakui responden sebagai yang paling nyaman untuk berbelanja daring, yakni 56,10 persen. Hanya sedikit responden yang menyatakan menyukai berbelanja di waktu sahur atau Subuh, yakni 37 persen.

    Menjelang Lebaran, dan dilengkapi dengan turunnya Tunjangan hari Raya (THR), tingkat pembelanjaan daring pun meningkat, biasanya dua minggu sebelum Lebaran, dan hal ini diakui oleh 41,60 persen responden. Namun ada pula yang sudah berbelanja tiga minggu menjelang Lebaran, yakni 29,20 persen responden, dan bahkan satu bulan sebelum hari raya itu, yang diakui oleh 19,80 persen responden.

    PIPIT


    Baca juga :
    4 Langkah Mengubah Pola Hidup Sehat Saat Berpuasa
    3 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Pasca-Cedera
    EBIT Solusi Pasca Jatuh dan Terkilir, Apa Itu?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.