3 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Pasca Cedera

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cedera lutut. all4women.co.za

    Ilustrasi cedera lutut. all4women.co.za

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketika Anda mengalami cedera atau trauma pascaolahraga, ada tiga hal yang tak boleh dilakukan. Sebab, ketiga hal itu akan memperburuk kondisi dan memperlambat proses penyembuhan. Berikut seperti disampaikan oleh Humas Sport Clinic RSUD Dr Soetomo, Radiologist Konsultan Muskuloskeletal, Dr Paulus Rahardjo Sp.Rad(K).

    Pertama adalah PIJAT. Memijat pada bagian tubuh yang trauma setelah kejadian dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang lebih parah. Sayangnya, rasa nyeri akibat makin parahnya kondisi trauma awal, munculnya terlambat. Baru terasa setelah 30 menit berlalu.

    Kedua, terapi panas. Panas akan melebarkan pembuluh darah, yang selanjutnya akan memicu bengkak yang lebih besar. Karena itu, memberikan obat gosok, yang menimbulkan rasa panas dilarang pada trauma akut ini.

    Ketiga, melanjutkan aktivitas. Beristirahatlah sebelum keadaan menjadi lebih buruk. Melanjutkan pertandingan, olahraga, atau latihan fisik pada kondisi trauma dapat memperburuk kerusakan jaringan di bagian itu bahkan memicu trauma kedua.

    ADVERTISEMENT

    Ketiga larangan ini berlaku untuk trauma akut, yakni 2x24 jam pertama. Agar Anda mudah mengingatnya tiga larangan ini disebut sebagai PI-PA-LAN atau PIjat, PAnas, LANjutkan.

    Bila ada luka, harus ditangani lebih dulu. Bila keluhan memberat, carilah bantuan dari dokter atau rumah sakit terdekat

    SUSAN

    Baca juga :
    Ikan Hiu, juga Lobster Harus Dihindari, Apa Kata Ahli
    Trik Memilih Warna Pakaian yang Cocok dengan Kulit Anda
    Jangan Ragu Ambil Risiko dalam Bekerja, Simak 7 Manfaatnya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.