EBIT Solusi Pasca Jatuh dan Terkilir, Apa Itu?

Reporter

Editor

Susandijani

Persendian kaki yang dikompres. vkool.com

TEMPO.CO, JakartaAnda pernah jatuh, kemudian terkilir usai olahraga? Atau kena benturan benda keras? Biasanya Anda akan merasa nyeri di lokasi benturan, juga kemerahan, kemudian terasa panas, dan bengkak. Fungsinya juga biasanya terganggu. Misalnya kaki terkilir, maka Anda tak bisa lagi berdiri atau berjalan. Begitu disebutkan Dr Paulus Rahardjo Sp.Rad(K)., Humas Sport ClinicRSUD Dr. Soetomo, Surabaya yang dihubungi TEMPO, Minggu 4 Juni 2017 Sore. 

Radiologist Konsultan Muskuloskeletal, ini juga menyebutkan jika hal ini dibiarkan maka proses penyembuhan bisa lebih lambat. “Permanen atau tidak itu tergantung dari beratnya trauma,” ujarnya. Normalnya, kalau jaringan lunak, menurut Paulus, biasanya 3-6 minggu. Tapi kalau dibiarkan, trauma jaringan lunak bisa menahun, atau menjadi gangguan permanen. 

Penanganan trauma akut, atau trauma yang baru saja terjadi  atau 2 x 24 jam pertama pasca trauma, sebetulnya bisa dilakukan. Seperti disebutkan dalam rilis Sport ClinicRSUD Dr. Soetomo, Surabaya yang dikirim Minggu sore kemarin. Yaitu ada 4 langkah yang bisa membantu proses penyembuhan alami dan mencegah trauma menjadi lebih buruk. 

Pertama adalah Es. Ambil es batu secukupnya, masukkan ke dalam kantong plastik dan kompres bagian yang sakit. Sebaiknya bungkus dengan kain atau handuk, supaya tidak terlalu dingin yang justru merugikan. Setiap sesi adalah 15 menit, dan sebaiknya diulangi sampai dengan 5X sehari. 

Kedua, BEBAT Tekan. Bebat tekan bisa didapat di apotek dan dibalutkan secara melingkar untuk mencegah penambahan pembengkakan. Pastikan tidak terlalu kencang sampai mengganggu aliran darah. 

Ketiga, ISTIRAHAT. Istirahatkan tungkai yang sakit untuk memberikan kesempatan pada proses penyembuhan yang alami dan mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut. 

Keempat, TINGGIKAN. Tinggikan bagian yang sakit untuk mengurangi pembengkakan akibat terkumpulnya cairan jaringan lunak karena tekanan hidrostatik. Sebaiknya posisi Anda berbaring dan tungkai yang sakit diposisikan lebih tinggi dari jantung atau bagian tubuh lainnya. 

Empat langkah tersebut, biasa disingkat agar mudah diingat, yaitu
"E-B-I-T" = Es, Bebat , Istirahat, Tinggikan. 

Disebutkan juga bila ada luka, maka luka itu harus ditangani lebih dulu. Bila keluhan memberat, carilah bantuan dari dokter atau rumah sakit terdekat .

SUSAN

Baca juga :
Ikan Hiu, juga Lobster Harus Dihindari, Apa Kata Ahli
Puasa, Khasiatnya dari Langsing sampai Awet Muda
Jangan Ragu Ambil Risiko dalam Bekerja, Simak 7 Manfaatnya






Inilah Dampak jika Anak Tidak Diimunisasi Lengkap dan Tepat Waktu

6 hari lalu

Inilah Dampak jika Anak Tidak Diimunisasi Lengkap dan Tepat Waktu

Anak yang tidak diberi imunisasi lengkap dan tepat waktu dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatannya.


5 Manfaat Melihara Ikan Hias untuk Kesehatan

8 hari lalu

5 Manfaat Melihara Ikan Hias untuk Kesehatan

Tidak hanya enak dilihat, Ikan hias memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh.


6 Jenis Kecambah yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

12 hari lalu

6 Jenis Kecambah yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

Selain enak dimakan, kecambah turut menyediakan berbagai manfaat kesehatan.


5 Manfaat Mengonsumsi Kecambah bagi Kesehatan

12 hari lalu

5 Manfaat Mengonsumsi Kecambah bagi Kesehatan

Selain enak dimakan, ternyata kecambah turut menyediakan berbagai manfaat kesehatan.


Mengenal Manfaat Kesehatan Ekstrak Mimba

14 hari lalu

Mengenal Manfaat Kesehatan Ekstrak Mimba

Meski namanya masih asing buat orang Indonesia, sejak dulu tanaman mimba sudah dipercaya punya manfaat kesehatan yang luar biasa.


9 Manfaat Air Tebu bagi Kesehatan Tubuh

16 hari lalu

9 Manfaat Air Tebu bagi Kesehatan Tubuh

Air tebu mengandung natrium, kalium, kalsium, magnesium, dan zat besi yang baik untuk kesehatan tubuh.


Manfaat Gerak Lokomotor untuk Anak-Anak

16 hari lalu

Manfaat Gerak Lokomotor untuk Anak-Anak

Banyak manfaat gerak lokomotor untuk tumbuh dan berkembang anak-anak


Pakar Kesehatan: Senyawa BPA Berbahaya untuk Kemasan Pangan

27 hari lalu

Pakar Kesehatan: Senyawa BPA Berbahaya untuk Kemasan Pangan

Pakar kesehatan dan lingkungan dari Universitas Hasanuddin, menekankan kembali bahaya bahan kimia Bisphenol A (BPA) yang digunakan untuk campuran kemasan makanan dan minuman.


Inilah 4 Alasan Cukai Rokok Naik 10 Persen Menurut Sri Mulyani

31 hari lalu

Inilah 4 Alasan Cukai Rokok Naik 10 Persen Menurut Sri Mulyani

Tarif cukai rokok naik 10 persen disetujui Jokowi dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu. Alasannya, selain karena faktor kesehatan, juga untuk meningkatkan pendapatan negara.


Kementerian ESDM Buka Seleksi PPPK Tenaga Kesehatan, Simak Persyaratannya

32 hari lalu

Kementerian ESDM Buka Seleksi PPPK Tenaga Kesehatan, Simak Persyaratannya

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka seleksi pengadaan calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Perja (PPPK) tenaga kesehatan.