Belajar Bahasa Asing Sejak Dini, Membahayakan Otak Anak?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu menemani anaknya belajar. shutterstock.com

    Ilustrasi ibu menemani anaknya belajar. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Keterampilan menguasai bahasa asing seperti Bahasa Inggris sudah jadi tuntutan di masa sekarang. Tak heran bila akhirnya para orang tua berbondong-bondong mengenalkan bahasa asing kepada anak sejak dini.

    Namun ada anggapan mengajarkan bahasa asing kepada anak-anak pada usia dini bisa membebani otak mereka. Benarkah anggapan tersebut?

    Psikolog Ayoe Sutomo mengatakan, anggapan tersebut tidaklah benar. Menurut dia anak-anak sekali pun usianya dini sudah dibekali neuron terkait bahasa dalam sistem otak mereka. Sehingga dengan hal itu mereka dapat mempelajari lebih dari satu bahasa.

    “Artinya kalau ditanya apakah anak dapat belajar dua bahasa? Sebetulnya bisa,” katanya,  Jumat  2 Juni 2017.

    ADVERTISEMENT

    Meskipun demikian, tambah Ayoe, neuron tersebut harus terstimulasi dengan tepat dan konsisten.

    Dalam hal ini orang tua mesti menciptakan lingkungan yang mendukung upaya si anak belajar bahasa asing.

    Misalnya ketika anak di sekolah menggunakan bahasa pengantarnya bahasa asing, maka di rumah pun orang tua mesti berkomunikasi dengan bahasa tersebut.

    “Supaya ada konsistensi sehingga ilmu bahasa yang mereka [anak] dapatkan akan optimal,” tuturnya.

    BISNIS.COM

    Baca juga :
    Persekusi, Tindakan yang Lebih dari Main Hakim Sendiri
    Kaktus, Si Buruk Rupa yang Kaya Manfaat untuk Kecantikan
    Waktu Sekarang Terasa Lebih Cepat ketimbang Saat Kecil, Kenapa?


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.