Persekusi, Tindakan yang Lebih dari Main Hakim Sendiri

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Stop Persekusi di Media Sosial

TEMPO.CO, Jakarta - Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, persekusi adalah pemburuan sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas. Inilah yang menurut Damar Juniarto, Koordinator Regional Jaringan Penggerak Kebebasan Berekspresi se-Asia Tenggara atau SAFEnet, sedang marak terjadi sejak awal tahun ini.

Perburuan dilakukan atas nama pembelaan terhadap ulama dan agama. Damar menyebutnya sebagai efek Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta nonaktif, yang sudah mengundurkan diri. Ahok diadili dan divonis penjara pada bulan lalu atas dakwaan menodai agama. (Baca: Polisi Evakuasi Korban Persekusi)

Damar mencatat ada 59 orang atau pemilik akun di berbagai daerah yang nama dan identitasnya disebar sebagai target persekusi. Tidak cuma diancam di media sosial, sebagian korban didatangi massa untuk dihakimi, diintimidasi, dan dipaksa meminta maaf atas tulisan mereka di media sosial. “Ini bukan sekadar main hakim sendiri, ada rangkaian sistematis,” katanya. (Baca juga: Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku Persekusi di Jakarta Timur)

Berikut ini pola dan ancaman persekusi.

#Pola
1. Melacak akun atau orang-orang yang dianggap menghina ulama atau agama, dalam hal ini menghina pemimpin Front Pembela Islam, Rizieq Syihab.

2. Membuka identitas, foto, alamat, kantor, atau rumah target dan menyebarkannya dengan siar kebencian.

3. Menginstruksikan massa memburu target dengan cara menggeruduk rumah atau kantornya, dan memaksanya meminta maaf. Seorang korban menyebut massa memperkenalkan diri sebagai muslim army FPI.

4. Mengunggah “proses penghakiman” itu dan menyebarkannya.

5. Membawa target ke kantor polisi dengan aduan pelanggaran Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tentang penyebaran informasi untuk menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) atau Pasal 156a KUHP tentang penodaan agama. Berikut ini jumlah aduan menggunakan Undang-Undang ITE sejak 27 Januari 2017.
- Pasal 27 ayat 3 tentang pencemaran nama baik 149 kasus
- Pasal 28 ayat 2 tentang penyebaran rasa kebencian 26 kasus
- Pasal 27 ayat 3 dan 28 ayat 2 sebanyak 5 kasus

#Ancaman
- Proses penegakan hukum berdasarkan tekanan massa atau mobokrasi
- Main hakim sendiri kian meluas
- Warga negara tidak terlindung karena absennya asas praduga tak bersalah
- Nyawa target terancam karena tindakan teror
- Mengancam kebebasan berpendapat secara umum

Artikel terkait: Polisi Jakarta Timur Selidiki Video Persekusi Seorang Remaja

SAFENET | GHOIDA RAHMAH | AYU CIPTA






Guru di Depok Dinonaktifkan Usai Sindir Rizieq Shihab Soal Holywings, Rekan Kerja Ungkap Kesehariannya

6 Juli 2022

Guru di Depok Dinonaktifkan Usai Sindir Rizieq Shihab Soal Holywings, Rekan Kerja Ungkap Kesehariannya

Rekan kerja guru di Depok yang sindir Rizieq Shihab soal penutupan Holywings kaget mengetahui Eni Rohaeni aktif di medsos.


Dituduh Fitnah Rizieq Shihab, Guru SD di Depok Dipersekusi Netizen

5 Juli 2022

Dituduh Fitnah Rizieq Shihab, Guru SD di Depok Dipersekusi Netizen

Setelah mengalami persekusi akibat cuitannya soal Rizieq Shihab, guru SD itu minta maaf kepada Rizieq dan pengikutnya.


Kasus Pelecehan Seksual: Pegawai KPI Masih Sangat Trauma

6 September 2021

Kasus Pelecehan Seksual: Pegawai KPI Masih Sangat Trauma

Kuasa hukum MS, Rony E Hutahaean, menjelaskan kondisi pegawai KPI itu imasih sangat trauma akibat pelecehan seksual dan perundungan bertahun-tahun.


Bentuk Bullying di Kantor, Apa Dampak, dan Cara Menghadapi Rekan Kerja Perisak

3 September 2021

Bentuk Bullying di Kantor, Apa Dampak, dan Cara Menghadapi Rekan Kerja Perisak

Lebih dari 60 juta pekerja pernah mengalami perisakan. Sebanyak 70 persen pelaku bullying adalah laki-laki, dan sisanya perempuan.


Setara Ingatkan Perpres Pencegahan Ekstremisme Tak Jadi Justifikasi Persekusi

18 Januari 2021

Setara Ingatkan Perpres Pencegahan Ekstremisme Tak Jadi Justifikasi Persekusi

Setara Institute mengingatkan aturan mengenai partisipasi masyarakat harus jadi perhatian dalam Perpres Pencegahan Ekstremisme.


Persekusi Anggota Banser NU, Beda Versi Pelaku dan Versi Korban

21 Desember 2019

Persekusi Anggota Banser NU, Beda Versi Pelaku dan Versi Korban

Hendra Aprianto mengaku bahwa insiden dengan dua anggota Banser NU yang terjadi pada Selasa, 10 Desember 2019 dipicu rasa kesal.


Wawancara Eksklusif: Begini Pelaku Persekusi Banser NU Hijrah

20 Desember 2019

Wawancara Eksklusif: Begini Pelaku Persekusi Banser NU Hijrah

Pelaku persekusi terhadap dua anggota Banser NU, Hendra Aprianto, mengaku sudah cukup lama bergabung dengan organisasi masyarakat atau ormas.


Wawancara Eksklusif: Kisah Pelaku Soal Awal Persekusi 2 Banser NU

20 Desember 2019

Wawancara Eksklusif: Kisah Pelaku Soal Awal Persekusi 2 Banser NU

Derseragam baju tahanan, Hendra Aprianto menceritakan detik-detik perisakan yang dia lakukan terhadap 2 anggota Banser NU di Depok kepada Tempo.


Menjelang Natal, Iran Tangkapi Umat Kristen

18 Desember 2019

Menjelang Natal, Iran Tangkapi Umat Kristen

Menurut sumber Al Arabiya, sudah menjadi kegiatan rutin aparat Iran menangkapi umat Kristen saat Natal.


Ketua Banser NU Duga Persekusi Bukan karena Senggolan Motor

14 Desember 2019

Ketua Banser NU Duga Persekusi Bukan karena Senggolan Motor

Dua anggota Banser NU atas nama Eko Sutriyo dan Wildan sebelumnya mengalami persekusi oleh HA.