Waktu Sekarang Terasa Lebih Cepat ketimbang Saat Kecil, Kenapa?  

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Ilustrasi manajemen waktu.

TEMPO.COJakarta - Jika melakukan kegiatan baru atau kamu sedang merasa bahagia, rasanya waktu berjalan begitu cepat. Namun anggapan ini dibantah Profesor David Eagleman dari Stanford University.

Menurut Eagleman, waktu justru berjalan lebih lambat ketika kamu merasa bahagia. Sebab, ketika melakukan kegiatan baru, kita lebih fokus mencerna berbagai informasi dalam memori. 

Baca juga:
7 Tip Mendapatkan Ketenangan Batin
Ada Kepribadian Ketiga atau Abu-abu, Apa Maksudnya?

Rekan Kerja Sering Mengumpat, Hati-hati Kamu Bisa Tertular

Inilah sebabnya kamu merasa waktu berjalan lebih lambat ketika masih kecil dibanding ketika dewasa. "Ketika masih kecil, semua adalah pengalaman baru dan kamu menyimpan memori tersebut. Karena itu, ketika mengenang masa kecil, kamu akan ingat semua pengalaman tersebut," kata Eagleman.

Sebaliknya, ketika bertambah dewasa, secara tidak langsung kamu telah memahami pola tersebut sehingga waktu terasa lebih cepat. 

TABLOID BINTANG






Perjuangan Katherine, Mahasiswa Unair yang Lulus dengan Gelar Ganda

1 hari lalu

Perjuangan Katherine, Mahasiswa Unair yang Lulus dengan Gelar Ganda

Katherine, mahasiswa Unair yang menjalani International Undergraduate Program jurusan Psikologi. Simak kisahnya.


83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

13 hari lalu

83 Tahun Sigmund Freud Meninggal, Pemikirannya Tak Lekang Waktu

Bagi seseorang yang sedang menyelami ilmu psikologi, tentu tidak asing lagi dengan Sigmund Freud. Pemikirannya masih bertahan hingga sekarang.


Apa Itu Sekolah Kepribadian?

14 hari lalu

Apa Itu Sekolah Kepribadian?

Sekolah kepribadian berfokus pengembangan individu


Doktor Psikologi UI Teliti Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Bekerja, Apa Hasilnya?

41 hari lalu

Doktor Psikologi UI Teliti Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Bekerja, Apa Hasilnya?

Pingkan meraih gelar doktor psikologi UI lewat disertasinya mengenai kondisi stres pasangan suami-istri.


Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

55 hari lalu

Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

Aspek kesehatan jiwa perlu menjadi perhatian bersama demi kesejahteraan psikologis masyarakat kala harus beradaptasi dengan situasi pandemi COVID-19.


5 Tahapan Terapi Psikososial

57 hari lalu

5 Tahapan Terapi Psikososial

Terapi psikososial bentuk pemulihan perilaku manusia di masyarakat


Kak Seto, Si Komo dan Dunia Anak-Anak

29 Juli 2022

Kak Seto, Si Komo dan Dunia Anak-Anak

Pembahasan perayaan Hari Anak Nasional tidak lengkap tanpa mengulik sosok Seto Mulyadi atau Kak Seto.


Terapi Psikologi untuk Pecandu Rokok

19 Juli 2022

Terapi Psikologi untuk Pecandu Rokok

Terapi SEFT bisa digunakan untuk mengatasi masalah psikologi secara umum. Namun, bisa pula digunakan untuk mengatasi kecanduan terhadap rokok.


5 Dampak Buruk Toxic Positivity

19 Juli 2022

5 Dampak Buruk Toxic Positivity

Toxic positivity membungkam emosi negatif


Self Compassion, Kenapa Belas Kasih kepada Diri Sendiri Perlu Dilakukan?

19 Juli 2022

Self Compassion, Kenapa Belas Kasih kepada Diri Sendiri Perlu Dilakukan?

Memahami penderitaan dan emosi negatif pada diri sendiri atauself compassion perlu dilakukan untuk keseimbangan emosi. Bagaimana caranya?