Penyebab Bau Mulut pada Orang Puasa

Reporter

TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Saat menjalani ibadah puasa, bau mulut alias halitosis sering menimbulkan rasa tidak nyaman dan menghambat pergaulan. Lalu, adakah cara untuk meminimalkan gangguan tersebut? Apakah penggunaan obat kumur cukup untuk mengusir bau mulut?

Dokter spesialis penyakit dalam Miftaurachman menjelaskan, sekitar 85 persen halitosis bersumber dari gangguan pada rongga mulut berupa kerusakan gigi atau penyakit pada gusi. Selebihnya adalah gangguan hidung, rongga sinus di wajah, tenggorokan, kerongkongan, lambung, atau paru-paru. Baca: Berat Badan Malah Naik Selama Puasa, Ada 7 Penyebabnya

Penyebab lain yang jarang terjadi adalah gagal hati, gagal ginjal, ketoasidosis (kadar gula darah yang sangat tinggi), atau infeksi virus herpes simpleks, dan human papilloma virus. "Halitosis juga bisa dipicu oleh kecemasan dan depresi," ujarnya.

Khusus halitosis saat puasa, Mifta menyebutkan, dipicu oleh ketidakaktifan rongga mulut dari siang hingga sore hari, dan minimnya ekspos mulut terhadap oksigen. "Halitosis ini biasanya memburuk saat menjelang berbuka puasa," kata Mifta. Baca juga: Olahraga Saat Puasa? Boleh Saja Asal Perhatikan Waktunya

Menurut dokter di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, ini, intensitas halitosis selama puasa bergantung pada makanan yang dikonsumsi. Beberapa makanan yang biasa memicu halitosis adalah bawang putih, bawang merah, daging, ikan, keju, dan alkohol. Artikel lainnya: Wajah Tetap Kinclong Selama Puasa, Ikuti Saran Dokter Kulit Ini

MARTHA WARTA SILABAN

Berita lainnya:
2 Busana yang Paling Diminati saat Ramadan


 






Itikaf Ramadan di Malam Lailatul Qadar

6 Juni 2018

Itikaf Ramadan di Malam Lailatul Qadar

Selama Ramadan pintu masjid terbuka sepanjang hari untuk mereka yang ingin menjalankan itikaf.


Demi Penentuan Ramadan, Muhammadiyah Bangun Observatorium di Yogya  

25 Juli 2017

Demi Penentuan Ramadan, Muhammadiyah Bangun Observatorium di Yogya  

Keberadaan kedua observatorium ilmu falak atau hisab itu bisa memperkokoh penentuan awal Ramadan dan 1 Syawal dengan observasi ilmiah.


Operasi Ramadniya 2017, Angka Kecelakaan Lalu Lintas Menurun  

4 Juli 2017

Operasi Ramadniya 2017, Angka Kecelakaan Lalu Lintas Menurun  

Dalam Operasi Ramadniya 2017 terjadi 95 kasus kecelakaan lalu lintas, sedangkan tahun lalu 132 kasus.


Libur Lebaran, Pengunjung Kebun Binatang Bandung 21 Ribu

2 Juli 2017

Libur Lebaran, Pengunjung Kebun Binatang Bandung 21 Ribu

Jumlah pengunjung Kebun Binatang Bandung pada masa liburan Hari Raya Idul Fitri 2017 meningkat dibandingkan tahun lalu.


Pertamina Siapkan Kantong BBM di Sumatera Barat untuk Arus Balik  

1 Juli 2017

Pertamina Siapkan Kantong BBM di Sumatera Barat untuk Arus Balik  

PT Pertamina (Persero) Region I Sumatera Bagian Utara menambah jumlah pasokan bahan bakar minyak untuk arus balik di Sumatera Barat.


Kapolri: Angka Kecelakaan Lebaran di Jawa Barat Turun 47 Persen  

30 Juni 2017

Kapolri: Angka Kecelakaan Lebaran di Jawa Barat Turun 47 Persen  

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan angka kecelakaan lalu lintas pada Lebaran 2017 di Jawa Barat menurun hingga 47 persen dari tahun lalu.


Belanja Masyarakat di Ramadan Tahun Ini Dinilai Tak Begitu Kuat  

30 Juni 2017

Belanja Masyarakat di Ramadan Tahun Ini Dinilai Tak Begitu Kuat  

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, belanja masyarakat selama Ramadan tahun ini tak begitu kuat.


Pendonor On Call, Kiat PMI Pasaman Barat Cari Darah saat Lebaran

29 Juni 2017

Pendonor On Call, Kiat PMI Pasaman Barat Cari Darah saat Lebaran

PMI Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat memiliki program donor darah on call untuk menyediakan darah bagi yang membutuhkan selama libur Lebaran.


Pacu Biduk, Tradisi Memeriahkan Lebaran di Jambi  

29 Juni 2017

Pacu Biduk, Tradisi Memeriahkan Lebaran di Jambi  

Lomba pacu biduk merupakan tradisi turun-temurun warga Desa Teluk Sikumbang, Merangin, Jambi, dalam memeriahkan Lebaran.


Ramadan Penuh Tantangan Keluarga Perantau di Jepang

27 Juni 2017

Ramadan Penuh Tantangan Keluarga Perantau di Jepang

Sebuah keluarga perantau dari Bandung yang tinggal di Tsukuba, Jepang, berpuasa selama hampir 17 jam.