5 Profesi Keren Wanita pada Zamannya, Pelaut Sungai dan Samurai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi vestal virgin. Historyweb.sk

    Ilustrasi vestal virgin. Historyweb.sk

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa profesi mengagumkan untuk wanita di masa lalu kini sudah tidak ada lagi. Pekerjaan seperti tentara atau samurai Jepang kuno, mengabdikan diri pada kehidupan religius Romawi kuno, atau bersumpah sebagai pelaut di sungai Stockholm.

    Beberapa pekerjaan untuk wanita tersebut kini sudah tak ada seiring dengan kemajuan teknologi, atau standar kesehatan dan keselamatan yang lebih tinggi. Namun, ada juga yang menghilang ditelan peradaban yang dan tidak lagi masuk akal di dunia modern.

    1. Perawan Vestal

    Wanita mengabdikan diri untuk merawat api suci Vesta, dewi rumah, di kuilnya di Roma. Perawan Vestal adalah salah golongan wanita yang paling dihormati dan berkuasa di masyarakat Romawi. Mereka kerap menempati posisi terbaik dalam berbagai kesempatan.

    Penulis Romawi mencatat, Perawan Vestal selalu menempati kursi VVIP di acara hiburan, misalnya kontes gladiator dan pertunjukan teater. Bukan hanya karena mereka wanita dengan status tinggi, namun juga mereka melakukan ritual untuk memberkati keseluruhan acara.

    2. Samurai

    Samurai Jepang bukan untuk lelaki saja. Wanita Samurai juga ada. Tapi, mereka menjadi samurai untuk melindungi diri, atau menjaga rumah saat suami pergi. Mereka juga bagian dari kekuatan tempur samurai yang berdedikasi.

    Samurai wanita memiliki sejarah yang kuat dalam sejarah militer Jepang. Mereka dilaporkan bertempur dengan membawa naginata, pisau pada ujung tongkat panjang, dan kai-ken, atau belati panjang.

    3. Penyihir

    Masyarakat Yunani kuno menyebut seorang wanita tua yang hidup sendiri dan memiliki pengetahuan medis tradisional, khususnya tentang tubuh wanita, sebagai penyihir. Mereka kerap dituding sebagai biang keladi apabila terjadi hal-hal mistis pada seseorang. Mereka dinilai jahat dan berbahaya. Tapi sebagian lagi akan menjadi orang bergengsi jika bisa menerapkan ilmunya untuk kebaikan.

    4. Pelayat sewaan

    Wanita pada zaman dulu kerap disewa untuk melayat atau mengikuti prosesi pemakaman tokoh-tokoh terkemuka, atau orang-orang yang kedudukan sosialnya tidak terlalu tinggi. Ketika menghadiri pemakaman itu, mereka bersikap seolah-olah meninggalnya orang itu adalah peristiwa terburuk dalam sejarah. Mereka menyamar atau mengaku sebagai kerabat almarhum dan bersikap seolah amat berduka.

    Pada masa itu, wanita sering dipandang sebagai arbiters orang mati, dan tangisan kesedihan mereka diyakini dapat membantu jiwa yang meninggal mencapai kedamaian di dunia lain. Profesi ini tidak sepenuhnya hilang. Di beberapa tempat, pekerjaan tersebut masih ada dan berlanjut sebagai tradisi di tempat-tempat seperti Sardinia, Italia.

    5. Pendayung perahu sungai

    Perempuan yang hidup di Stockholm, Swedia pada tahun 1400-an sampai awal abad ke-20 memiliki pekerjaan idaman yang unik. Mereka bekerja sebagai pendayung yang mengantar orang dan barang melintasi sungai utama kota.

    Para pendayung wanita bekerja dengan mengenakan kerudung yang khas untuk menjaga diri dari segala cuaca. Pada tahun 1600, para perempuan ini mendirikan sebuah serikat untuk memperjuangkan hak-haknya. Sejarawan percaya mereka adalah bagian penting dari lalu lintas di sungai Stockholm sampai sekitar 1875.

    BUSTLE | LUCIANA

    Berita lainnya:

    Satu Kebiasaan Positif yang Bisa Merusak Kariermu

    Tips Karier: Strategi agar Kian Produktif Saat Puasa
    Sakit di Awal Pekan Dianggap Kekanakan, Simak Alasannya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.