Jumat, 23 Februari 2018

4 Risiko Operasi Plastik pada Remaja

Oleh :

Tempo.co

Rabu, 31 Mei 2017 07:30 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 4 Risiko Operasi Plastik pada Remaja

    Ilustrasi operasi plastik. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Semakin banyak saja remaja yang melakukan operasi plastik untuk membuat fisiknya lebih sempurna.

    Bahkan, bedah plastik sudah banyak dijadikan hadiah para orang tua buat anaknya yang baru lulus sekolah atau kuliah, meskipun hanya untuk membantu memangkas berat badan atau menghilangkan jerawat. Para orang tua itu berharap hadiah tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri anak-anaknya saat memasuki dunia kerja. Baca: Operasi Plastik Diminati Para Korban dan Pelaku Bullying

    Menurut American Society for Aesthetic Plastic Surgery, 17 persen dari pelaku operasi plastik pada 2016 berusia 19-36 tahun. Para pakar bedah plastik di New York dan California sudah memahami tren ini. Menurut dokter bedah Dara Liotta, operasi di bagian hidung kerap adalah hadiah yang paling popular. Baca juga: Pria Ini Habiskan Rp 666 Juta Agar Terlihat Seperti Alien

    Apakah benar operasi plastik gagasan yang bagus? Generasi milenial dan orang tua mereka mungkin berpikir cara ini adalah prosedur yang aman. Namun tetap saja prosedur itu adalah sebuah operasi dan semua jenis operasi ada risikonya. Berikut beberapa risiko bedah plastik yang harus dipertimbangkan, seperti dilansir askdrmanny.com.

    1. Bekas luka
    Kebanyakan orang yang melakukan bedah plastik memang mendapatkan penampilan fisik yang lebih baik. Tapi semua jenis operasi tetap meninggalkan bekas luka. Dalam beberapa kasus, orang lain bisa melihat dengan jelas bekas luka yang ditinggalkan.

    2. Rasa tidak puas
    Meski banyak pakar bedah yang sudah bepengalaman, tetap saja banyak pasien yang tidak puas dengan hasil kerjanya. Harapan para pasien sering tidak realistis meski para dokter sudah membahas risikonya sebelum mengambil tindakan. Sekali orang memutuskan untuk melakukan bedah plastik, mereka tak akan mendapatkan bentuk fisik seperti sebelumnya.

    3. Reaksi anestesi
    Tak jarang pasien yang akan melakukan operasi tidak sadar kalau mereka alergi terhadap obat bius atau anestesi, terutama mereka yang memiliki masalah kesehatan. Jenis reaksi biasanya tergantung pada prosedur dan kondisi tertentu, termasuk juga penggumpalan darah, masalah jantung, dan tidak sadarkan diri.

    4. Infeksi
    Risiko potensial lain adalah infeksi, yang sebenarnya bisa terjadi di apapun jenis operasi. Generasi milenial telah membuka diri terhadap risiko infeksi dengan melakukan operasi plastik.

    Ingat operasi plastik tidak disediakan untuk semua orang, terutama genearasi muda.  Mereka hanya ingin mendongkrak kepercayaan diri untuk mendapatkan pekerjaan idaman. Artikel terkait: Tren Operasi Plastik di Indonesia, Ini Kata Tompi

    Sebelum melakukannya, orang tua dan anak-anak muda itu harus mempertimbangkan semua risiko emosional dan fisik. Yakinkan generasi muda itu bahwa kecantikan mereka ada pada fisik alaminya dan mereka harus meyakini kenyataan tersebut.

    PIPIT

    Berita lainnya:
    Siswa Lelaki Ini Dianggap Perempuan Karena Alami Hipospadia


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Rizieq Shihab, 11 Tuntutan dalam 9 Bulan

    Kabar kepulangan Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018 membuat banyak pihak heboh karena sejak 2016, tercatat Rizieq sudah 11 kali dilaporkanke polisi.