Anak Bertanya soal Teroris, Ketahui Teknik Menjawabnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak ketakutan. shutterstock.com

    Ilustrasi anak ketakutan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Serangan teroris terjadi di beberapa negara pada Mei 2017, termasuk di Indonesia. Kasus bom Kampung Melayu, Jakarta, 22 Mei, juga di Manchester, Inggris, di konser Ariana Grande. Anak-anak belum paham benar apa yang sesungguhnya terjadi, tapi ingin tahu lebih banyak. Bagaimana orang tua menyikapinya dan menjawab berbagai pertanyaan buah hati?

    Winston Wish, sebuah yayasan amal untuk anak-anak di Inggris menyarankan orang tua agar memberi informasi yang akurat kepada anak-anak dan membiarkan mereka bertanya kepada orang yang mereka percaya daripada mendengarnya dari sumber yang tak jelas dan menyesatkan. Menutupi fakta yang sebenarnya atau memberi informasi yang tak jelas kepada anak-anak tak akan membuat mereka merasa lebih baik. Baca: Jangan Bantu Teroris Sebarkan Teror Melalui Media Sosial

    Namun yang juga harus diperhatikan adalah informasi yang diberikan harus disesuaikan dengan usia anak. Pemilihan katanya harus tepat dan mudah dipahami. “Berita ini sangat menyedihkan, sesuatu yang menyedihkan terjadi di Manchester. Tampaknya yang terjadi seseorang menyerang konser. Peristiwa seperti ini tidak biasa, karena itulah banyak beritanya dan orang pun membicarakannya. Semua yang mendengar berita ini sedih dan khawatir,” kata pihak Winston Wish seperti dikutip Tempo dari Hello.

    Masalahnya, kebanyakan anak menginginkan informasi yang tak semuanya bisa dijawab orang tua. Winston Wish menyarankan jawaban yang paling mendekati dan benar adanya. “Tak ada yang benar-benar mengerti alasannya. Kita tahu peristiwa ini bukan kebetulan. Sungguh sulit dimengerti kenapa ada orang yang begitu tega membunuh orang lain,” kata Winston Wish.

    ADVERTISEMENT

    Bila anak-anak mengungkapkan kekhawatirannya peristiwa serupa akan terjadi lagi, cobalah menjawab, “polisi akan berusaha semampunya agar serangan seperti itu tak terjadi lagi di sini dan sepertinya tak akan menimpa orang-orang yang kita kenal. Kami akan menjagamu tetap aman.”

    Reaksi anak-anak setelah mendengar penjelasan orang tua juga berbeda-beda. Ada yang ketakutan dan ingin selalu dekat dengan orang tua, ada juga yang beraksi seperti polisi yang melawan teroris. Sikap seperti itu wajar saja dan harus dipahami orang tua.

    PIPIT

    Berita lainnya:

    Tips Parenting: 8 Cara agar Anak Gampang Tidur

    Seperti Apa Popok yang Nyaman Buat Bayi Prematur?


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.