Apa Saja Gejala Hipotiroid dan Hipertiroid

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita memegangi atau sakit tenggorokan. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita memegangi atau sakit tenggorokan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Berdasarkan riset IMS Health, Indonesia merupakan negara di Asia Pasifik dengan gangguan tiroid tertinggi. Gejala yang tidak terlihat jelas dan tersamar menjadi penyebab tingginya angka penderita gangguan ini.

    Sebab itu, sebaiknya kita mengetahui apakah ada gejala gangguan tiroid yang kita alami. Dokter spesialis Endokrin, Dr. Roy Panusunan Sibarani, MD, menjelaskan apa saja gejala dari gangguan tiroid.

    1. Gejala Hipotiroid
    Hipotiroid adalah keadaan di mana kelenjar tiroid tidak cukup memproduksi hormon tiroid. Ada beberapa tanda yang terjadi, yakni: berat badan naik, gangguan haid, tidak tahan dingin, sulit buang air besar, gangguan penglihatan, nyeri sendi, kesemutan, pembesaran kelenjar tiroid, suara serak, nadi menurun, mudah lelah dan gampang mengantuk.

    2. Gejala Hipertiroid
    Kebalikan dari hipotiroid, hipertiroid adalah keadaan di mana kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid terlalu banyak. Ada beberapa gejala dan tanda yang bisa terjadi, yakni: mudah marah atau emosional, sulit tidur, sulit konsentrasi, tidak tahan panas, berdebar, mata melotot, nadi cepat, keringat berlebihan, gemetar, pembesaran kelenjar tiroid, gangguan menstruasi dan berat badan menurun dengan cepat.

    ADVERTISEMENT

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:

    Bahaya Langsung Tidur Setelah Sahur

    Tips Puasa: 5 Jurus Kurangi Rasa Haus
    Wajah Tetap Kinclong Selama Puasa, Ikuti Saran Dokter Kulit Ini


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...