Tips Kecantikan: Cara Bikin Alis Kanan dan Kiri Simetris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Merias alis dapat membuat fitur wajah terutama bagian mata terlihat lebih hidup. Merias alis juga salah satu cara membingkai wajah sehingga menampilkan kesan tegas. Kini merias alis menjadi kewajiban bagi kebanyakan perempuan sebelum keluar rumah.

    Perempuan dapat merias alisnya kapan saja, bahkan dalam waktu sesingkat mungkin. Tidak hanya pada pagi hari sebelum berangkat beraktivitas, juga sebelum keluar dari mobil, selesai salat, atau sebelum pulang kantor. Baca: Bagaimana Bentuk Alis yang Tepat untuk Wajah Oval, Bulat, dan Persegi?

    Boleh - boleh saja membentuk alis alias ngalis dengan segala keterbatasan tersebut. Namun perlu diketahui resiko yang mungkin sering tidak disadari, yakni bentuk alis yang tidak sama antara kiri dan kanan. Sering terjadi, alis yang kanan bagus, tapi yang kiri terlalu tebal. Atau alis yang kanan melengkung sempurna, yang kiri menukik tajam, dan lain sebagainya. Baca juga: Langkah Membentuk Alis yang Benar, Apa Saja Itu?

    "Beberapa penyebab adalah kebiasaan wanita yang ngalis dengan pencahayaan yang tidak rata seperti di cermin toilet atau saat di dalam mobil. Ini yang menyebabkan bentuk alis tidak sama kiri dan kanan," ujar makeup artist Teddy Lim.  Artikel terkait: 4 Cara Mendapatkan Bentuk Alis yang Sempurna

    Supaya tidak merusak penampilan hanya karena riasan alis yang tidak sama, Teddy Lim menyarankan lebih memperhatikan pencahayaan di mana kamu akan merias alis. "Tidak perlu banyak lampu depan seperti meja rias profesional. Cukup satu lampu yang bisa menyorot dari depan, bukan dari samping kiri atau kanan, bahkan belakang," ujarnya.

    TABLOIDBINTANG

    Baca juga:
    Tips Cantik: Cara Mengetahui Kosmetik Berkualitas dan Tidak


    Teknik Sentuh Wajah Ekstrem ala Korea Diklaim Bikin Awet Muda


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.